Breaking News:

drg. Citra Letsanda Mengulas soal Pengaruh Pandemi Terhadap Pelayanan Dokter Gigi

Semenjak pandemi dari persatuan dokter gigi mengeluarkan anjuran bahwa ke dokter gigi hanya untuk kasus gawat atau emeregency saja.

pixabay.com
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Awal pandemi, dari persatuan dokter gigi mengeluarkan anjuran bahwa ke dokter gigi hanya untuk kasus emeregency saja.

Kasus emeregency yang dimaksud seperti nyeri sangat hebat dan tidak tertahankan sehingga mengganggu aktivitas.

Selain nyeri yang tidak tertahankan, yakni pendarahan atau trauma.

Kasus trauma seperti terjatuh dan menyebabkan lepasnya gigi.

Kondisi emeregency lain ialah pembengkakan.

Pada kondisi-kondisi emeregency diajurkan untuk segera ke dokter gigi.

Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi (pixabay.com)

Baca juga: Seringnya Terbangun Tanda Sadar Sepanjang Malam Menjadi Penyebab Hypersomnia Disiang Hari

Sebelum terjadinya pandemi, diajurkan setiap 6 bulan sekali berkunjung ke dokter gigi.

Sehingga pasien-pasien yang tidak memiliki keluhan, akhirnya mendapatkan keluhan.

Pasien yang memiliki lubang kecil pada gigi, akan bertambah membesar lubangnya.

Kondisi tersebut membuat pasien harus kontrol ke dokter gigi.

Agar aman saat kontrol ke dokter gigi, terapkan prosedural yang sudah ditetapkan dokter gigi dan sudah dianjurkan oleh dinas setempat.

Jika melakukan sesuai dengan prosedural yang sudah ditetapkan, kemungkinan 99% aman.

Baca juga: dr. Kardiana Jelaskan Terjadinya Scar Akibat Jerawat dalam Kondisi Berat dan Infeksi

Gangguan yang sering dialami oleh pasien adalah masalah sakit gigi.

70% pasien berobat ke dokter gigi dikarenakan mengalami masalah sakit gigi.

Di awal penanganan, biasanya seputar perawatan saluran akar, penambalan, dan pencabutan gigi.

Pengenalan anak terhadap dokter gigi bisa dilakukan mulai usia 2-3 tahun.

Tetapi maksimalnya, usia 6 tahun anak harus sudah ke dokter gigi karena gigi permanen sudah mulai tumbuh.

Pandemi membuat orangtua merasa takut mengajak anak ke dokter gigi.

Dokter menyarankan, jika anak tidak memiliki keluhan maka orangtua harus mengedukasi anak di rumah.

Baca juga: drg. Citra, MMRS Jelaskan Kasus Gusi Berdarah dalam Pemasangan Gigi Palsu

Orangtua harus lebih intens menjaga kebersihan gigi anak.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved