Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Sebut Makanan Ultraproses Kandung Bahan Aditif, Tak Bisa Gantikan Gizi Makanan Asli

Meski dikenal praktis, makanan ultraproses tak bisa menggantikan makanan asli, simak penjelasan dr. Tan Shot Yen

Pixabay
Ilustrasi Mie Instan 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter, Filsuf, dan Ahli Gizi Komunitas, dr. Tan Shot Yen menjelaskan berbagai kekurangan produk makanan utraproses.

Meski dikenal praktis dan murah, rupanya makanan ini memiliki sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan.

Bahkan, hasil riset mengaitkan makanan ultraproses dengan berbagai penyakit, seperti hipertensi dan jantung.

Terkait hal ini, dr. Tan Shot Yen memaparkan beberapa dampak buruk makanan ultra proses.

Dia memaparkan penjelasan tersebut ketika menjadi narasumber dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews, Sabtu (9/10/2021).

Bahan Aditif

Ilustrasi mie instan
Ilustrasi mie instan (pixabay.com)

Baca juga: Termasuk Mie Instan, dr. Tan Shot Yen Sebut Makanan Tinggi Garam Bisa Picu Berbagai Penyakit Ini

Baca juga: Meski Diklaim Tanpa Pengawet, dr. Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya Garam Berlebih dalam Mie Instan

Pertama, produk ultraproses memiliki berbagai bahan tambahan.

Bahan yang dimaksud adalah bahan yang tak ditemukan dalam bumbu dapur pada umumnya.

"Selain makanan buatan pabrik, tetapi tentu saja ini makanan yang mendapatkan aditif," paparnya, dikutip TribunHealth.com.

Tak bisa menggantikan makanan asli

Terkadang, produk ultraproses dibuat sedemikian rupa agar menyerupai makanan aslinya.

Entah itu dari segi rasa, warna, atau yang lainnya.

Baca juga: Anak Kos Konsumsi Mie Instan Layaknya Makanan Pokok, Apakah Berbahaya?

Baca juga: Manusia Punya Gen Sirtuin yang Bikin Awet Muda, Fungsi Bisa Terganggu Gara-gara Makanan Ultra Proses

Ilustrasi Mie Instan
Ilustrasi Mie Instan (pixabay.com)

Namun, dr. Tan Shot Yen menegaskan gizi keduanya tak pernah sama.

"Anda makan mie instan yang hijau, itu bukan berarti anda makan bayam."

"Ngga lebih sehat juga. Bayamnya ngga ada," tandasnya.

dr. Tan Shot Yen justru menyorot warna hijau yang dihasilkan.

Pasalnya, bayam ketika dimasak terlalu lama warnanya sudah pudar, tak hijau seperti awalnya.

Maka, ada kemungkinan warna hijau dalam produk ultraproses merupakan tambahan zat pewarna.

"Itu karena ditambahkan kembali di situ, ada pewarnanya."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved