Breaking News:

Apakah Penyabab Nyeri Rahang Secara Tiba-tiba? Beriut Penjelasan drg. Anastasia

Nyeri rahang bisa terjadi bukan berasal dari kasus gigi geligi, tetapi gangguan pada persendian atau temporomandibular joint disorder.

health.kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri rahang 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada nyeri rahang harus dilihat terlebih dahulu kejadian yang dialami oleh pasien atau anamnesis oleh dokter.

Selain itu, perlu mengetahui riwayat dari gangguan yang dialami seberapa intensitasnya, pada area mana, seperti apa gejalanya, dan berapa lama mengalami nyeri.

Karena nyeri rahang bisa dialami oleh hal yang sifatnya lokal, yaitu berasal dari rongga mulut sendiri.

Misalkan kondisi kesehatan gigi dan mulut lalu merembet atau meluas ke area tulang rahang, sebagian besar tidak dipisahkan dari gigi karena menjadi bagian jaringan pendukung gigi.

ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri rahang
ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri rahang (health.kompas.com)

Baca juga: Ketahui Prosedur Persalinan Jika Dinyatakan Terpapar COVID-19, Begini Ulasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG

Nyeri rahang bisa terjadi bukan berasal dari kasus gigi geligi, tetapi gangguan pada persendian atau temporomandibular joint disorder.

Gangguan-gangguan pada persendian temporomandibular joint disorder bisa memicu kejadian nyeri rahang.

Hal lain lagi, nyeri rahang bisa dikarenakan kejadian serangan jantung.

Secara medis belum ada pejelasan secara ilmiah, tetapi dari sudut pandang pengobatan medis timur bisa dijelaskan secara akupuntur bahwa meridiam jantung akan melalui areanya dan dari kelingking naik ke atas, pada akhirnya sampai ke bagian area rahang.

Baca juga: Apakah Benar Harus Mandi Keramas setelah Kehujanan? Simak Jawaban dr. Tan Shot Yen Berikut Ini

Itulah yang menjadi salah satu tanda dan ditemukan oleh dokter terkait kejadian serangan jantung.

Pada kasus lain, misalkan pada kejadian trauma akibat fraktur atau patahnya rahang bawah terkena pukul atau benturan keras.

Bisa juga dikarenakan kejadian lanjut karena adanya kista pada rahang, dan kista tidak terdeteksi secara dini sehingga mengalami proses pembesaran secara terus menerus.

Pembesaran kista yang terus menerus mengakibatkan tulang area tersebut semakin tipis.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, dr. Tan Shot Yen Ingatkan soal Demam Berdarah, Fogging Bukan Solusi Terbaik

Terjadinya fraktur perlu diperhatikan karena kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, bukan dipicu oleh benturan yang keras.

Tetapi bisa saja terjadi ketika sedang makan, kondisi kerusakan atau hancurnya tulang oleh proses membesarnya kista dapat memicu kejadian fraktur tulang rahang kita.

Fraktur tulang rahang mampu memicu kejadian nyeri pada rahang.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com bersama dnegan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter spesialis gigi. Jumat (1/10/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved