Breaking News:

Ketahui Prosedur Persalinan Jika Dinyatakan Terpapar COVID-19, Begini Ulasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG

Menurut dr. Bayu Winarno, Sp.OG tim kedokteran sangat penting dalam suatu rumah sakit dalam melakukan perawatan pasien hamil yang terinfeksi COVID-19.

Pixabay.com
Ilustrasi ibu hamil yang terpapar COVID-19, simak ulasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG 

TRIBUNHEALTH.COM - Jelang persalinan banyak sekali hal-hal yang perlu dipersiapkan.

Melahirkan selama pandemi bisa menjadi lebih mengkhawatirkan dan berisiko.

Terutama pada ibu hamil yang terinfeksi COVID-19.

Baca juga: Tips dr. Tan Shot Yen Hindari Nyamuk Demam Berdarah, Jangan Gantung Baju di Luar Lemari

Apabila ibu hamil positif COVID-19 dan belum memasuki waktu persalinan, dokter berharap ibu hamil bisa sembuh dari COVID-19 terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Bayu Winarno, Sp.OG dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 02 Oktober 2021

Ilustrasi ibu hamil yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan, begini penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG
Ilustrasi ibu hamil yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan, begini penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG (m.tribunnews.com)

Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan dukungan terapi yang cukup kepada ibu hamil.

Setelah dinyatakan sembuh, diharapkan mampu untuk menghadapi proses persalinan dengan baik.

Jika ibu hamil masih terinfeksi COVID-19 dan hendak persalinan, maka dokter akan memastikan terlebih dahulu apakah bayi sudah cukup bulan atau belum.

Apabila dinyatakan sudah cukup bulan, maka dokter akan membantu persalinan sesuai indikasi atau sesuai evaluasi tim dokter.

Baca juga: Apakah Benar Harus Mandi Keramas setelah Kehujanan? Simak Jawaban dr. Tan Shot Yen Berikut Ini

"Apakah bisa melakukan persalinan normal sesuai kondisi klinisnya atau harus dilakukan operasi untuk melahirkan janinnya, itu semua di evaluasi terlebih dahulu dan ada indikasinya," ujar dr. Bayu.

Tim kedokteran sangat penting di dalam suatu rumah sakit dalam melakukan perawatan pasien hamil yang terinfeksi COVID-19.

Dokter menyebutkan jika setiap ibu hamil harus di evaluasi secara individual.

Hal ini merupakan suatu indikasi khusus yang tidak bisa di sama ratakan antara satu dengan lainnya.

Setelah bayi lahir dan masuk waktu menyusui, tentunya perlu pemeriksaan kondisi ibu hamil kembali oleh dokter.

Ibu boleh menyusui atau tidak tergantung dari berat ringannya penyakit.

Ilustrasi ibu yang sedang menyusui saat terpapar COVID-19, simak ulasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG
Ilustrasi ibu yang sedang menyusui saat terpapar COVID-19, simak ulasan dr. Bayu Winarno, Sp.OG (Tribunnews.com)

Ibu dengan gejala ringan atau sedang dan mampu untuk memberikan asuhan dengan pemberian ASI, maka dokter mengizinkan.

"Dalam penelitian menyebutkan jika ASI mengandung bahan-bahan antibodi dan antigen yang cukup bagus untuk melawan infeksi COVID-19," ujar dr. Bayu.

Sehingga jika ASI diberikan kepada bayi bisa membantu bayi untuk melawan infeksi bila terjadi infeksi COVID-19 pada bayi.

Sementara ibu dengan gejala berat tidak direkomendasikan untuk memberikan ASI.

Baca juga: dr. Tan Sebut Kebiasaan Pakai Masker Tak Hanya Lindungi dari Covid, tapi Juga Penyakit Menular Lain

Hal ini dikarenakan dalam menghadapi kondisi sendiri, ibu harus berjuang melawan COVID-19 dan harus dilakukan isolasi.

Penjelasan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Bayu Winarno, Sp.OG dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 02 Oktober 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved