Breaking News:

Covid-19 Bisa Serang Pankreas, Penyintas Dapat Alami Diabetes karena Produksi Insulin Terganggu

Penelitian terbaru menjawab teka-teki mengapa penyintas covid bisa mengalami diabetes

WARTA KOTA/NUR ICHSAN
ILUSTRASI Covid-19 - FOTO: Ratusan pengemudi ojol mengikuti swab test gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Banten, di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2020). Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut untuk memastikan kesehatan para ojol ini bebas dari Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Para dokter telah menghadapi kekhawatiran terkait meningkatnya pasien diabetes, baik ketika terinfeksi atau pulih dari Covid-19.

Kini, ada jawaban mengapa diabetes bisa terjadi setelah terpapar virus corona.

Studi terbaru menunjukkan virus corona bisa menginfeksi sel penghasil insulin di pankreas dan mengubah fungsinya, dilansir TribunHealth.com dari The Guardian.

Virus menginfeksi sel pankreas melalui reseptor ACE2 yang sama yang ditemukan di permukaan sel paru-paru, dan mengganggu kemampuannya memproduksi insulin

Respons antibodi yang berlebihan terhadap virus dapat secara tidak sengaja merusak sel pankreas, atau peradangan di tempat lain di tubuh mungkin membuat jaringan kurang responsif terhadap insulin.

Baca juga: Prof. Wiku Adisasmito: Prokes 3M Belum Dapat Menjadi Faktor Utama Penurunan Kasus COVID-19

Baca juga: Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Vaksinasi Bagi Penyitas COVID-19, Simak Ulasan Prof. Wiku Adisasmito

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes (health.kompas.com)

Untuk menyelidikinya, Prof Shuibing Chen di Weill Cornell Medicine di New York menyaring berbagai sel dan organoid untuk mengidentifikasi mana yang dapat terinfeksi oleh Covid.

Hasilnya menunjukkan bahwa organoid paru-paru, usus besar, jantung, hati, dan pankreas semuanya dapat terinfeksi, seperti halnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin.

Eksperimen lebih lanjut mengungkapkan bahwa sel beta penghasil insulin di dalam pankreas juga rentan.

Setelah terinfeksi, sel-sel ini menghasilkan lebih sedikit insulin, serta hormon yang biasanya diproduksi oleh sel pankreas yang berbeda.

“Kami menyebutnya transdiferensiasi,” kata Chen, yang mempresentasikan hasilnya pada pertemuan tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes pada hari Rabu (29/9/2021).

“Mereka pada dasarnya mengubah nasib seluler mereka, jadi alih-alih menjadi sel beta hardcore yang mengeluarkan banyak insulin, mereka mulai mencampur hormon yang berbeda."

Baca juga: Penciuman Berubah Akibat Covid? Penyintas Bagikan Life Hack untuk Berdamai dengan Parosmia

Baca juga: dr. Andhika Raspati: Penderita COVID-19 yang Jarang Berolahraga Berisiko Terjadi Pembekuan Darah

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes (jogja.tribunnews.com)

"Ini bisa memberikan wawasan lebih lanjut tentang mekanisme patologis Covid-19.”

Para ilmuwan telah mengamati fenomena serupa pada beberapa individu dengan diabetes tipe 2, meskipun penyakit ini lebih terkait erat dengan jaringan tubuh yang menjadi kurang responsif terhadap insulin.

Belum jelas apakah perubahan yang dipicu oleh infeksi Covid ini bertahan lama.

“Namun, kita tahu bahwa beberapa pasien yang kadar glukosa darahnya sangat tidak stabil, ketika mereka berada di unit perawatan intensif dan pulih dari Covid-19, beberapa di antaranya juga pulih [pengendalian glukosa], menunjukkan bahwa tidak semua pasien akan permanen,” kata Chen.

Sementara penelitian terpisah mengidentifikasi infeksi Covid-19 lewat reseptor ACE2.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved