Breaking News:

Prof. Wiku Adisasmito: Prokes 3M Belum Dapat Menjadi Faktor Utama Penurunan Kasus COVID-19

Menurut Prof. Wiku Adisasmito jika dilihat dari pola kenaikkan kasus, kasus mulai turun setelah pembatasan di berlakukan.

freepik.com
Ilustrasi patuhi protokol kesehatan, Prof. Wiku Adisasmito sebut begitu kasus turun dan pembatasan mulai dilonggarkan kasus akan meningkat secara perlahan 

TRIBUNHEALTH.COM - Lonjakan kasus COVID-19 kedua berdampak signifikan karena kita kehilangan nyawa, produktifitas masyarakat dan tidak dapat dipungkiri kestabilan ekonomi negara.

Selama lonjakan kasus kedua, terdapat total 2,5 juta orang terinfeksi COVID-19 dan 94.000 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Angka positivity rate mingguan tertinggi berada pada angka 30,72% yakni 6 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO.

Baca juga: dr. Kardiana Purnama Dewi Sebut Acne Conglobata Tidak Hanya Muncul Di Bagian Wajah, Simak Ulasannya

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 30 September 2021.

Ilustrasi COVID-19, simak ulasan Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi COVID-19, menurut Prof. Wiku Adisasmito pembatasan mobilitas dan aktivitas masih menjadi faktor utama(kompas.com)

Terlebih kasus aktif mingguan sempat mencapai 24,21% meskipun hingga saat ini tercatat 900.000 orang yang sembuh.

Pencapaian ini diraih dengan perjuangan berat mengingat persentase ketersediaan tempat tidur nasional sempat mencapai hampi 80%.

Seluruh kondisi tersebut mendorong diberlakukannya PPKM yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

Dengan terjadinya lonjakan ketiga yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia, serta melihat dari pola kenaikkan kasus setelah kegiatan besar di Indonesia kita tetap perlu waspada dan mengantisipasi lonjakan ketiga di Indonesia.

Baca juga: Penyebab Terjadinya Jerawat Multifaktor, dr. Kardiana Purnama: Cara Penanganan Tergantung Klinisnya

Pembatasan mobilitas dan kegiatan sosial ekonomi yang mulai dilonggarkan perlahan menjadi kekuatan yang dapat berubah menjadi tantangan apabila tidak dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Berhati-hati dan tidak gegabah dalam menjalani aktivitas perlu menjadi modal dasar.

Jika dilihat dari pola kenaikkan kasus, kasus mulai turun setelah pembatasan di berlakukan.

Baik mobilitas maupun kegiatan sosial.

Begitu kasus turun dan pembatasan mulai dilonggarkan kasus akan meningkat secara perlahan.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam menjaga protokol kesehatan 3M belum maksimal dan belum dapat menjadi faktor utama penurunan kasus COVID-19.

Pembatasan mobilitas dan aktivitas masih menjadi faktor utama.

ilustrasi virus corona, simak ulasan
ilustrasi virus corona, simak ulasan Prof. Wiku Adisasmito (Kompas.com)

Padahal pendekatan tersebut tidak dapat dilakukan terus menerus karena akan berdampak pada sektor lainnya dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Prof. Wiku tegaskan bahwa apapun upaya yang akan dilakukan jika pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan tidak kuat, maka hal-hal tersebut tidak akan berjalan dengan efektif.

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Kulit Sehat Menurut Dokter Spesialis Dermatovenereologi, dr. Adniana Nareswari

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 30 September 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved