Breaking News:

Penciuman Berubah Akibat Covid? Penyintas Bagikan Life Hack untuk 'Berdamai' dengan Parosmia

Mengalami perubahan penciuman drastis, penyintas covid mencari cara agar tetap bisa makan

kaltim.tribunnews.com
Ilustrasi alami parosmia akibat Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Anosmia dan parosmia menjadi gejala umum Covid-19.

Bagi sebagian orang, indra penciuman bisa kembali normal setelah beberapa waktu.

Namun pada beberapa orang lain, proses ini memerlukan waktu yang lebih lama.

Tak jarang kondisi ini mengganggu kehidupan sehari-hari karena turut mempengaruhi nafsu makan.

Lina Alnadi, 29, dari London, menderita parosmia setelah Covid-19.

Baca juga: Tips Membedakan Berkurangnya Kemampuan Indera Penciuman Akibat Flu Biasa dan Covid-19

Baca juga: Selain Covid-19, Dokter Sebut Hilangnya Indra Penciuman Bisa Jadi Sebagai Gejala Penyakit

ilustrasi parosmia
ilustrasi parosmia (tribunnews.com)

Bercerita pada BBC, dia menjelaskan banyak hal umum yang baunya telah berubah untuknya.

Misalnya air keran, yang baunya jadi sangat menyengat.

Ramuan ketumbar memiliki bau deodoran.

Dan telur - salah satu makanan favorit Lina - berbau seperti karet terbakar.

"Anda menerima begitu saja indra penciuman Anda," katanya, dilansir TribunHealth.com dari BBC, Rabu (29/9/2021).

"Kehilangan itu sangat menghancurkan. Itu mempengaruhi pola makan saya secara dramatis.

"Ada banyak makanan yang tidak bisa saya makan. Itu benar-benar mengecewakan."

Hal-hal sederhana seperti mandi atau gosok gigi juga tidak menyenangkan karena indra penciumannya tak berdungsi dengan baik.

Life hack

ilustrasi anosmia
ilustrasi anosmia (tribunnews.com)

Baca juga: Kehilangan Indra Penciuman tapi Tak Alami Demam dan Batuk, Apa yang Perlu Dilakukan Dok?

Baca juga: Kenali Berbagai Gejala Sinusitis, Termasuk Berkurangnya Kemampuan Indra Penciuman

Tetapi situasinya telah membaik secara bertahap dan Lina telah menemukan beberapa life hack yang membantu.

"Menambahkan lemon atau cabai ke makanan bisa membuatnya lebih harum," katanya.

Berikutnya dia merinci makanan yang tetap bisa dia makan.

Dengan demikian, asupan nutrisi yang dia butuhkan tetap terpenuhi.

"Saya juga bereksperimen dan membuat daftar makanan aman yang tidak akan membuat saya ingin muntah.

"Saya harus kreatif tentang hal itu untuk memastikan saya makan cukup makanan yang benar agar tetap sehat."

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa cara masing-masing orang bisa jadi berbeda.

Baca berita lain tentang kesehatan Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved