Breaking News:

Ini yang Harus Dipahami dalam Pemasangan Invasilign, Simak Ulasan drg. R. Ngt. Anastasia

Berikut ini simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai hal yang harus dipahami dalam pemasangan Invasilign

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi penggunaan Invasilign-simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai hal yang harus dipahami dalam pemasangan Invasilign 

TRIBUNHEALTH.COM - Invasilign umum disebut sebagai behel transparan.

Namun sebenarnya alat ini dalam bahasa kedokteran gigi dikenal dengan alat ortodonti transparan.

Alat ortodonti ini berfungsi untuk merapikan gigi geligi ke lengkung idealnya.

Langkah ini dilakukan untuk membuat oklusi pada posisi yang ideal dari kondisi gigi geligi.

Baca juga: Meski Lepas Pasang, Bolehkah Invasilign Digunakan saat Tidur? Ini Jawaban drg. Anastasia Ririen

Alat ini harus dibuat dan dirancang oleh dokter gigi berkompeten.

Diketahui dalam pembuatannya, alat ini tidak diperuntukkan pada semua kondisi gigi atau kasus anomali.

"Ini dibuat per pasien, per kondisi." ujar drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati ini dikutip Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribunnews, Jumat (17/9/2021).

Ilustrasi pemakian Invasilign
Ilustrasi pemakian Invasilign (Pexels.com)

Bila tertarik melakukan pemasangan gigi geligi menggunakan alat orto transparan ini, Anastasia menganjurkan untuk melakukan pemasangan dengan dokter gigi yang berkompeten.

"Agar alat yang dipakai adalah alat yang benar-benar sesuai dengan kondisi anomali gigi geligi kita secara individual yang tidak akan pernah sama dibanding dengan orang lain," ungkap Anastasia.

Oleh karena itu ia berpesan untuk tidak pernah tergoda dengan iklan yang menawarkan alat Invasilign yang berada di pasaran.

Baca juga: Pemasangan Invasilign Tergantung dengan Anomali Gigi, Simak Ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

"Hati-hati dengan iklan yang tidak tepat yang menawarkan alat transparan yang bisa cocok dengan semua gigi," ucapnya.

Pasalnya alat ortodonti ini berfungsi untuk meratakan gigi dengan menggerakan gigi, sehingga akan menimbulkan tekanan.

Hal tersebut perlu direncanakan oleh seorang dokter gigi agar tidak terjadi proses anomali gigi akibat tekanan yang terlalu kuat.

Ilustrasi invasilign
Ilustrasi invasilign (Pixabay.com)

"Kalau tekanan yang terlalu kuat bisa memicu kejadian yang tidak ideal pada persarafan gigi maupun jaringan sekitar gigi," imbuhnya.

Selanjutnya, Anastasia pun mencontohkan suatu kasus yang dialami pasien akibat pemasangan alat ortodonti yang tidak tepat.

Berdasarkan penjelasannya, terdapat pasien yang melakukan pemasangan alat ortodonti tanpa bantuan dokter hingga akhirnya berisiko seluruh gigi menjadi goyah dan terlepas sendiri.

Baca juga: Berbagai Fase Perawatan Ortodonti yang Disesuaikan dengan Usia, Simak Ulasan drg. Anastasia Ririen

"Itu salah satu pemicunya adalah menggunakan alat yang tidak tepat."

"Sehingga kekuatan yang diterima oleh gigi tidak sesuai dengan kapasitasnya."

"Jadi yang kemudian terjadi adalah kerusakan pada jaringan pendukung gigi," sambung Anastasia.

Sehingga ia kembali menekankan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan pemasangan alat ortodonti.

"Jadi harus berhati-hati ya, karena alat ortodonti harus dibuat, dirancang, dan diawasi oleh dokter gigi yang berkompeten," pungkasnya.

Baca juga: Benarkah Sariawan Disebabkan Karena Keturunan? Ini Tanggapan drg. Erni Marlina Sp.PM. Ph.D

Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati ini dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Jumat (17/9/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved