Breaking News:

Anak Dibawah Usia 12 Tahun Boleh Memasuki Mall, Satgas Imbau Aturan yang Perlu Diterapkan

Anak dibawah 12 tahun diizinkan memasuki mall, simak informasi berkaitan dengan aturan yang perlu dipatuhi.

Tribunnews.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021) yang juga disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah kembali melakukan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) periode 21 September - 4 Oktober 2021.

Dalam perpanjangan ini, pemerintah memperbolehkan anak usia dibawah 12 tahun memasuki pusat perbelanjaan atau mal.

Kendati demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengingatkan kepada masyarakat dengan beberapa aturan yang perlu diterapkan.

Baca juga: Ibu Hamil Terpapar Covid-19, Akankah Menularkan pada Janin? Ini Jawaban dr. Ari Ayat Santiko Sp.OG

Ia menghimbau, bila berkunjung ke mal tidak terlalu mendesak bagi anak-anak, maka tidak perlu dilakukan.

"Meskipun anak-anak usia dibawa 12 tahun tetap diperbolehkan masuk, saya imbau jika tidak terlalu mendesak, maka anak sebaiknya tinggal di rumah saja," pesannya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Namun, jika anak-anak harus mengunjungi mal atau pusat perbelanjaan lainnya, maka kepada orang tua selaku pendamping harus berhati-hati.

ilustrasi virus Covid-19
ilustrasi virus Covid-19 (kompas.com)

Pasalnya orang tua harus menjamin protokol kesehatan diterapkan dengan baik selama beraktivitas di dalam pusat perbelanjaan.

Disamping itu, Satgas fasilitas publik yang telah dibentuk harus menjalankan perannya dengan melakukan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan dengan baik.

Baca juga: Penyintas COVID-19 Disarankan Berolahraga Ringan, dr. Andhika Raspati: Banyak Menimbulkan Risiko

Selain itu, penurunan kasus yang konsisten sejak puncak kasus di 15 Juli 2021, adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam pengendalian kasus Covid-19.

Intervensi pengendalian yang dilakukan tidak tunggal, bahkan berbagai intevensi harus dilakukan bersamaan.

Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021.
Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Sebagaimana yang disampaikan presiden bahwa kedepannya kita harus memprioritaskan upaya 3M 3T dan vaksinasi di hulu penularan."

"Dan memfokuskan upaya perawatan pasien positif di hilir agar dapat menekan angka kematian guna meningkatkan kesembuhan sebesar-besarnya," pungkas Wiku.

Baca juga: Satgas Imbau Masyarakat Mewaspadai Lonjakan Ketiga Covid-19 Pasca Mobilitas Penduduk yang Meningkat

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved