Breaking News:

Satgas Imbau Masyarakat Mewaspadai Lonjakan Ketiga Covid-19 Pasca Mobilitas Penduduk yang Meningkat

Berikut ini simak imbauan dari Satgas untuk waspada lonjakan ketiga Covid-19 pasca mobilitas penduduk meningkat

Pixabay.com
Ilustrasi covid-19 yang mengintai manusia-simak imbauan dari Satgas untuk waspada lonjakan ketiga Covid-19 pasca mobilitas penduduk meningkat 

TRIBUNHEALTH.COM - Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah cukup terkendali.

Hal ini tercermin dari grafik kasus yang terus melandai.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengingatkan pada masa-masa seperti inilah, semua pihak harus menahan diri agar Indonesia tidak menghadapi lonjakan ketiga (third wave).

"Hal yang perlu diwaspadai adalah dengan melandainya kasus Covid-19 saat ini pasca second wave (lonjakan kedua). Mobilitas penduduk cenderung mengalami peningkatan," ujar Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.co.id.

Baca juga: Anak Jarang Sakit Parah Akibat Covid, Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Mereka Melawan Sebuah Virus?

Pasalnya belajar dari pengalaman penanganan selama pandemi, terjadinya kenaikan kasus sebagai dampak dari adanya periode libur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat saat kasus melandai.

Hal ini terbukti dari beberapa periode libur panjang hari raya yaitu Idul Fitri tahun 2020, periode Natal dan Tahun Baru 2021 serta periode Idul Fitri tahun 2021.

Kenaikan kasus terjadi mulai dari kenaikan yang tidak begitu signifikan, hingga Indonesia mengalami lonjakan pertama (first wave), dan juga pada lonjakan kedua.

ilustrasi virus Covid-19
ilustrasi virus Covid-19 (kompas.com)

"Tidak dapat terelakkan bahwa periode libur hari raya berdampak signifikan pada mobilitas penduduk dan aktivitas sosial-ekonomi," imbuh Wiku.

Keterkaitannya karena masyarakat cenderung berkumpul, bertemu dengan keluarga dan bepergian pada periode tersebut.

Kegiatan-kegiatan inilah yang berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

Apalagi jika kegiatan tersebut tidak dibarengi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Berikut 3 Vaksin Covid-19 Baru yang Telah Mendapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM

Lalu, secara grafik kasus terdapat jeda antara kenaikan mobilitas penduduk dengan kenaikan kasus.

Pola tersebut menggambarkan mobilitas penduduk tinggi pada saat kasus belum meningkat.

Begitu kasus meningkat mobilitas langsung turun drastis karena kebijakan pembatasan yang diterapkan.

Pola tersebut berulang ketika kasus mulai melandai mobilitas kembali meningkat.

Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021.
Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021. ()

Peningkatan paling tajam terjadi pada periode Libur Idul Fitri 2021 dan tidak lama kemudian Indonesia mengalami second wave dan barulah mobilitas perlahan kembali menurun.

"Adanya pola ini menunjukkan bahwa pemerintah responsif dalam menurunkan lonjakan kasus dengan langsung menetapkan kebijakan terkait pembatasan mobilitas."

'Adanya penurunan mobilitas saat kasus meningkat juga tidak terlepas dari kepatuhan masyarakat dalam menaati kebijakan pembatasan mobilitas yang ditetapkan oleh pemerintah," lanjut Wiku.

Baca juga: dr. Andhika Raspati Jelaskan Waktu yang Tepat bagi Penyintas Covid-19 untuk Memulai Olahraga

Jika mencermati pola tersebut, Wiku mengingatkan, bukan tidak mungkin kasus Covid-19 dapat kembali meningkat di kemudian hari sebagai dampak dari mobilitas yang meningkat saat ini.

Terlebih saat ini kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sudah mulai dibuka secara bertahap.

Selain itu kebijakan pembatasan pelonggaran mobilitas mungkin saja akan terus diterapkan.

"Meskipun saat ini pelonggaran mobilitas mulai diterapkan, namun dimohon kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkegiatan sehari-hari."

"Dan hindari kerumunan semaksimal mungkin di dalam rangka mempertahankan pelandaian kasus Covid-19," pungkas Wiku.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved