Breaking News:

Penyintas COVID-19 Disarankan Berolahraga Ringan, dr. Andhika Raspati: Banyak Menimbulkan Risiko

dr. Andhika Raspati sebut idealnya pasien melakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah terdapat komplikasi yang menyertai.

Pixabay
Ilustrasi olahraga bagi penyitas COVID-19, dr. Andhika Raspati sarankan lakukan test drive 

TRIBUNHEALTH.COM - Penderita COVID-19 yang sudah dinyatakan negatif tentunya tidak bisa langsung sembuh secara total.

Banyak pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan selesai isolasi mandiri masih merasakan tidak enak badan.

Saat ini banyak sekali literatur baik dari luar maupun dalam negeri yang menganjurkan melakukan olahraga minimal sudah 10 hari gejala pertama dan sesudah 7 hari bebas gejala.

Dilansir oleh Tribunhealth.com Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati menjelaskannya dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 16 September 2021.

Saat mengalami kondisi ini pun tidak dianjurkan untuk langsung melakukan olahraga yang berat.

Baca juga: Turorial Lepas IUD Mandiri Viral di TikTok, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya dan Risiko yang Mengintai

Harus dimulai dari intensitas yang rendah dan durasi yang rendah.

Ilustrasi berolahraga untuk penyintas Covid-19,  dr. Andhika Raspati sebut tak boleh terlalu berat
Ilustrasi berolahraga untuk penyintas Covid-19, dr. Andhika Raspati sebut tak boleh terlalu berat (Pixabay)

Dokter menyebutkan jika COVID-19 banyak menimbulkan risiko.

Jika dilihat, long COVID-19 bisa sampai 200 gejala.

Karena memang gejala bisa terjadi dan dirasakan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Ada gejala yang paling ditakutkan adalah myocarditis atau peradangan dinding jantung.

Baca juga: Tubuh Bisa Dapat Elektrolit dari Makanan, Perlukah Konsumsi Minuman Berelektrolit Agar Tetap Sehat?

Itulah mengapa tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga cardio terlebih dahulu.

Pasien COVID-19 disarankan untuk melakukan olahraga yang sangat ringan terlebih dahulu dengan durasi yang pendek.

Disarankan untuk berjalan kaki terlebih dahulu selama kurang lebih 10 menit.

Ilustrasi berolahraga ringan, dr. Andhika Raspati sebut
Ilustrasi berolahraga ringan, dr. Andhika Raspati sebut tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga cardio(kompas.com)

Idealnya pasien melakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah terdapat komplikasi yang menyertai.

Apabila tidak memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan, bisa melakukan test drive.

Mulai dari yang ringan seperti jalan kaki.

Baca juga: Begini Aturan Bermain Gadget Agar Mata Tidak Mudah Lelah, Simak Ulasan dr. Dyana Theresia Watania

Serta memperhatikan apakah terjadi sesak nafas, nyeri dada, berkunang-kunang, maupun keluhan-keluhan lain yang dapat membatasi untuk berlatih.

Penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 16 September 2021.

(Ttribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved