Breaking News:

Sistem Endokrin atau Hormonal Mampu Mempengaruhi Terbentuknya Karang gigi

Karang gigi merupakan masalah pada kebersihan area mulut. Karang gigi terbentuk akibat penumpukan plak da terkontaminasi oleh bakteri gram negatif.

pixabay.com
ilustrasi karang gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Faktor modifikasi bukan hanya sebatas plak dan predisposisi, tetapi ada hubungannya diataranya adalah kondisi sistemik.

Artinya kesehatan umum dari pemilik raga terbagi atas 2 hal baik sistem endokrin atau hormonal.

Misalkan kejadian pubertas, siklus menstruasi, kontrasepsi secara oral, dan kehamilan.

Faktor sistemik pada mereka yang memiliki kelainan diabetes melitus, leukimia, dan kelianan darah juga memiliki peran pada kejadian cepatnya terjadi gingivitis.

Medikasi terkait dengan pemakaian kontrasepsi oral.

Malnutrisi adalah defisiensi atau kekurangan vitamin A, vitamin B complex, vitamin C, kekurangan gizi secara umum atau mal nutrisi secara umum yang biasa disebut dengan kelaparan.

ilustrasi karang gigi
ilustrasi karang gigi (pixabay.com)

Baca juga: Penggunaan Steroid yang Tidak Sesuai Anjuran dapat Menimbulkan Breakout pada Wajah

Terkadang terjadinya gingivitis sering kali tidak disadari.

Ketika gingivitis terjadi dan derajatnya masih ringan, secara umum kurang menyadarinya.

Umumnya baru berlangsung pada fase awal di hari ke dua hingga hari ke empat sejak plak tidak terbersihkan secara sempurna.

Biasanya yang dialami adalah gingivitis ringan, dimana sang pemilik raga belum menyadarinya.

Apabila berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kejadian kronis yang bisa berlanjut parah.

Bahkan pada beberapa kasus, kalau sampai terjadi karang pada per,mukaan gigi, baik supra-gingiva maupun sub-gingiva bisa memicu kejadian kerusakan yang lebih luas.

Baca juga: Perlunya Melakukan Perawatan pada Kondisi Buruk Gigi Palsu Karena Pemakaian yang Lama

Bukan hanya gingivitis, bahkan pada area jaringan keras pendukung gigi.

Radang gusi pada fase selanjutnya, atara 4 sampai 7 hari, apabila tidak dibersihkan dengan tuntas, terutama dialami pada kasus-kasus gigi berjejal atau crowding yang dialami adalah kasus-kasus yang lebih parah.

Lebih parah dimana sudah mulai ada kejadian bengkak pada gusi.

Pada kasus lanjut, antara 15 sampai 21 hari, proses perdarahan yang berlangsung akan dikeluhkan bisa menjadi semakin parah, bahkan bisa sampai terjadi kejadian rusaknya perlekatan antara gingiva yang sehat dengan gigi.

Dokter akan mengukur seberapa dalam kantong gusi yang terbentuk akibat kejadian rusaknya jaringan pendukung gigi.

Baca juga: Kekerasan Akan Berdampak Terhadap Mental dan Pengendalian Anak hingga Dewasa

Jaringan pendukung gigi tidak hanya gusi, tetapi juga ada tulang penyangga gigi.

Apabila kejadian kantong gusi sampai rusak, diakibatkan olrh gingivitis maka dokter akan menggunakan alat untuk mendeteksi keparahan kasus yang dialami.

Gingivitis ada yang bersifat tiba-tiba dan gingivitis yang berulang.

Yang paling sering tidak disadari tetapi mempunyai imbas yang luar biasa adalah gingivitis kronis.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved