Breaking News:

BPOM Amerika Tak Beri Rekomendasi Booster Vaksin untuk Masyarakat Umum, Khusus Kelompok Berisiko

BPOM AS hanya rekomendasikan booster vaksin untuk kelompok berisiko, salah satunya lansia

TribunImages/Smart FM/Khairani Putri Ananda
ILUSTRASI - Peserta menjalani vaksinasi saat kegiatan vaksinasi Covid-19 kolaborasi Kompas Gramedia dan Kalbe di halaman BPOM Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (7/9/2021). Vaksinasi Covid-19 tersebut menargetkan ibu hamil dan masyarakat umum. Selain vaksinasi, terdapat bantuan sosial dari donasi pembaca Kompas yang diwakilkan oleh DKK (Dana Kemanusiaan Kompas) kepada masyarakat sekitar area vaksinasi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan, Ketua FKD Pekanbaru, Del Fadilah, Area Bussiness Manager PT Enseval Putera Metragading Cabang Pekanbaru, Safwan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, dan juga perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM). 

TRIBUNHEALTH.COM - Penasihat Vaksin Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) menolak merekomendasikan booster vaksin untuk masyarakat umum.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan pada Jumat (17/9/2021) waktu AS.

FDA merupakan lembaga setara BPOM yang ada di Indonesia.

Mereka merekomendasikan booster hanya untuk kalangan terbatas, yakni orang yang berusia 65 tahun ke atas dan untuk orang yang berisiko tinggi terkena infeksi parah.

Selain itu, orang yang berisiko tinggi terkena infeksi di tempat kerja juga menjadi prioritas, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Lalu mengapa booster tak direkomendasikan untuk masyarakat luas?

Baca juga: Pemerintah Anjurkan Pendatang dari Luar Negeri untuk Vaksin Dahulu sebelum Masuk ke Indonesia

Baca juga: Presiden Moderna Sorot Kemampuan Penularan Varian Delta, Ingatkan Perlindungan Vaksin Bisa Melemah

Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga.
Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga. (TRIBUNNEWS/Jeprima)

"Tujuan yang dinyatakan dari vaksin ini adalah untuk melindungi dari penyakit serius," kata Dr. Paul Offit, seorang profesor pediatri di Rumah Sakit Anak Philadelphia, dalam pertemuan tersebut.

"Data menunjukkan bahwa vaksin ini melakukan hal itu," tambahnya.

"Ini persis seperti yang Anda harapkan," tandasnya.

Hal senada juga dikatakan pihak Pfizer.

Mereka mengatakan vaksinnya masih sangat bisa mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat Covid-19 di AS, dengan efektivitas lebih dari 90%.

Meski perusahaan tak menampik, mungkin efek kekebalan tersebut tak bertahan lama.

Tak cukup bukti

ilustrasi vaksin Covid-19
ilustrasi vaksin Covid-19 (kompas.com)

Para pakar sebenarnya masih merasa tak cukup bukti untuk melihat perlu atau tidaknya booster bagi masyarakat umum.

Pasalnya, data kesehatan yang mendukung penelitian ke arah sana masih terbatas.

"Menurut pendapat saya, kami membutuhkan ini di armamentarium kami -- dosis booster sekarang, terutama untuk orang tua dan (mereka yang memiliki) kondisi berisiko tinggi lainnya --tetapi saya berbagi kecemasan dengan rekan-rekan saya tentang jarangnya data keamanan," kata Dr. Mark Sawyer, seorang profesor pediatri klinis di University of California San Diego.

"Saya berharap CDC meluncurkan ini secara bertahap."

Hal senada diungkap oleh Michael Kurilla, spesialis penyakit menular di National Center for Advancing Translational Sciences.

Baca juga: Berikut 3 Vaksin Covid-19 Baru yang Telah Mendapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM

Baca juga: 2 Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Berikan Perlindungan yang Cukup, Studi Terbaru Sebut Tak Perlu Booster

Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat.
Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Dia tak menampik, orang tua perlu mendapat booster vaksin.

Namun belum ada data yang menunjukkan perlunya melakukan hal yang sama pada populasi umum.

"Jadi tidak jelas bahwa setiap orang perlu didorong, selain sebagian dari populasi yang jelas akan berisiko tinggi terkena penyakit serius," kata Kurilla.

"Tidak jelas bagi saya bahwa data yang kita lihat sekarang berlaku untuk populasi umum."

Baca berita lain tentang Covid-19 dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved