Breaking News:

2 Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Berikan Perlindungan yang Cukup, Studi Terbaru Sebut Tak Perlu Booster

WHO lebih menyarankan untuk lebih meratakan distribusi vaksin global, alih-alih dosis ketiga

TRIBUNNEWS/Jeprima
Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga. 

TRIBUNHEALTH.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak semua negara untuk tak memberikan vaksinasi dosis ketiga setidaknya hingga akhir tahun 2021.

Hal itu dilakukan agar negara lain juga berkesempatan mendapat stok vaksin yang masih terbatas.

Tampaknya seruan ini sejalan dengan temuan peneliti.

Studi terbaru menunjukkan, mereka yang telah divaksinasi (dua kali) terus memiliki perlindungan yang baik terhadap infeksi virus corona yang parah.

Perlindungan tersebut bahkan terhadap varian Delta yang lebih menular, sehingga dosis ketiga tambahan tidak diperlukan, diberitakan Independent, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Setelah Terpapar Virus Covid-19, Bolehkah Melakukan Vaksinasi Tahap 2? Berikut Ulasan Dokter

Baca juga: Jangan Terlena Euforia, Pemerintah Imbau Masyarakat Disiplin Memakai Masker meski Telah Divaksin

VAKSINAS COVID-19 - Keterangan Foto: Civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti rangkaian serbuan vaksinasi Covid-19 di kampus Unesa Lidah, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021). Kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 oleh TNI AL melalui STTAL itu untuk menyambut HUT ke-76 TNI AL dan menyambut pembelajaran tatap muka.
VAKSINAS COVID-19 - Keterangan Foto: Civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti rangkaian serbuan vaksinasi Covid-19 di kampus Unesa Lidah, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021). Kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 oleh TNI AL melalui STTAL itu untuk menyambut HUT ke-76 TNI AL dan menyambut pembelajaran tatap muka. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Setelah merata-ratakan hasil yang dilaporkan dari beberapa studi observasional, vaksinasi memberikan kemanjuran 95 persen terhadap penyakit parah baik dari varian Delta atau varian Alpha.

Vaksinasi juga lebih dari 80 persen efektif melindungi terhadap infeksi dari varian ini, para ilmuwan menemukan.

Vaksin kurang efektif melawan infeksi tanpa gejala, dan tetap bisa menularkan viru.

Tetapi orang yang tidak divaksinasi tetap menjadi pendorong utama penularan, serta secara pribadi lebih berisiko sakit parah akibat Covid.

Baca juga: Studi CDC Ungkap Orang yang Tak Divaksinasi 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Sakit Gigi setelah Vaksin Covid-19, Berikut Tanggapan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Sebelumnya, Pemerintah Inggris dilaporkan akan mengumumkan program vaksinasi boosternya.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved