Breaking News:

Studi CDC Ungkap Orang yang Tak Divaksinasi 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Penelitian ini menegaskan peran penting vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19

Surya/Ahmad Zaimul Haq
VAKSINAS COVID-19 - Keterangan Foto: Civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti rangkaian serbuan vaksinasi Covid-19 di kampus Unesa Lidah, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021). Kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 oleh TNI AL melalui STTAL itu untuk menyambut HUT ke-76 TNI AL dan menyambut pembelajaran tatap muka. 

TRIBUNHEALTH.COM - Studi terbaru menunjukkan orang yang tak divaksinasi berisiko 10 kali lebih mungkin dirawat di Rumah Sakit.

Mereka juga 11 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19.

Hasil itu didapatkan dari sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Jumat (10/9/2021).

Studi ini mengamati 600.000 kasus Covid-19 di 13 negara bagian dari April hingga pertengahan Juli.

"Intinya adalah ini: Kami memiliki alat ilmiah yang kami butuhkan untuk mengatasi pandemi ini."

"Vaksinasi berfungsi dan akan melindungi kami dari komplikasi parah Covid-19," kata Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Baca juga: Sakit Gigi setelah Vaksin Covid-19, Berikut Tanggapan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Baca juga: WHO Larang Negara Berikan Booster Vaksin hingga Akhir Tahun, Dirjen Tedros Jelaskan Alasannya

Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini.
Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Mengutip penelitian tersebut, Walensky mengatakan mereka yang tidak divaksinasi sekitar empat setengah kali lebih mungkin terkena Covid-19.

Dengan lebih dari 75 juta orang Amerika yang memenuhi syarat masih belum divaksinasi, rumah sakit di banyak negara bagian kewalahan.

Ada kekhawatiran bahwa kasus positif dapat tumbuh lebih jauh pada musim gugur.

Kini para ahli dan pejabat setempat tengah berjuang untuk memperlambat pandemi Covid-19.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved