Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya Diet Tinggi Protein, Berisiko Diabetes jika Karbohidrat Diabaikan

Ketika tubuh kekurangan karbohidrat, maka lemak dan protein akan diolah menjadi tenaga yang mengakibatkan organ bisa menyusut

Pixabay
Ilustrasi diet tinggi protein dengan makan telur 

TRIBUNHEALTH.COM - Diet tinggi protein cukup familiar di masyarakat.

Namun dr. Tan Shot Yen mengingatkan mengenai hal tersebut.

Dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas itu menyebut mengonsumsi tinggi protein tak selalu baik untuk tubuh.

Apalagi jika disertai memangkas asupan tertentu, misalnya karbohidrat.

"Banyak orang itu kemudian mengatakan primadonanya adalah protein," katanya, dikutip TribunHealth.com dari Malam Minggu Sehat Tribunnews, Sabtu (28/8/2021).

"Sebentar, hati-hati. Anda itu bukan Ronaldo, bukan seorang pemain sepak bola."

Baca juga: Pentingnya Mengatur Jadwal Makan saat Diet, Berikut Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Baca juga: Benarkan Snacking Bisa Membuat Diet Gagal? Simak Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

ilustrasi diet sehat
ilustrasi diet sehat (Kompas.com)

"Tetapi kalau anda makan protein terlalu banyak, padahal olahraga musiman... yang kita takutkan adalah protein energy ratio anda menjadi kacau," tandasnya.

Karenanya, mengonsumsi protein terlalu banyak juga tak selamanya baik.

"Pagi cuman sarapan telur, makan siang dihajar pakai telur lagi kalau perlu pakai susu. Susu yang rendah lemak tapi tinggi protein."

"Lalu makan malam dada ayam. Saya nanya, ini mau sampai kapan?" kata dr. Tan Shot Yen.

Dalam kesempatan ini, dr. Tan Shot Yen menyinggung diet keto.

Dalam diet ini, asupan karbohidrat benar-benar dieleminiasi dan diganti dengan protein.

Baca juga: dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK Sebut Efek Samping dari Very Low Calorie Diet

Baca juga: Amankah Melakukan Very Low Calorie Diet? Begini Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Ilustrasi - diet agar tubuh menjadi langsing
Ilustrasi - diet agar tubuh menjadi langsing (pixabay.com)

Jika sudah sampai seperti ini, dia menyebut ada risiko kesehatan yang mengintai.

"Ini luar biasa ngeri ya."

"Lalu kemudian akhirnya orang ini mengalami penyusutan badan."

Pasalnya tubuh sama sekali tak memiliki asupan karbohidrat.

Akibatnya, lemak dan protein diolah menjadi tenaga.

Memang badan tampak lebih kurus ketika melakukan diet ini.

Namun, dr Tan Shot Yen mengingatkan organ tubuh juga turut menyusut.

Inilah yang menyebabkan orang yang melakukan diet keto bisa berisiko terkena diabetes.

Pasalnya pankreas juga ikut menyusut.

"Lalu organ pembentuk hormonnya juga mulai menyusut," tandasnya.

"Mensnya berantakan, rambut rontoh, hanya demi tubuh kurus."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved