Breaking News:

Amankah Melakukan Very Low Calorie Diet? Begini Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK menganjurkan jika ingin melakukan diet sebaiknya melakukan diet seimbang.

Pixabay
Ilustrasi very low calorie diet yang hanya makan buah-buahan 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK menyebutkan diet ekstrem dalam dunia kedokteran disebut dengan Very Low Calorie Diet (VLCD).

Disebut VLCD apabila diet yang dilakukan oleh orang tersebut kurang dari 800 kilo kalori.

Rentang kalori yang bisa disebut very low calorie diet atau VLCD adalah 400 - 800 kilo kalori.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Eleonora Mitaning Christy, M.Gizi, Sp.GK memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Jatim Official.

dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK menganjurkan jika ingin melakukan diet sebaiknya melakukan diet seimbang dengan low calorie diet.

"Jadi diet seimbang dengan low calorie diet adalah diet dengan defisit kalori atau pengurangan kalori tapi tidak terlampau ekstrem," papar dr. Eleonora.

Diet seimbang untuk wanita membutuhkan kalori sekitar 1000 - 1200 kilo kalori, sedangkan pria 1000 - 1500 kilo kalori tergantung dari kebutuhan diet masing-masing orang.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Kalori yang Tepat? Simak Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Ilustrasi seseorang melakukan diet untuk mendapatkan berat badan ideal
Ilustrasi seseorang melakukan diet untuk mendapatkan berat badan ideal (Freepik.com)

Menurut dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK diet VLCD sangat bahaya untuk dilakukan karena hanya mengkonsumsi 400 - 800 kilo sehari.

"Diet VLCD hanya sedikit sekali kalorinya, bahkan jika kita hitung kebutuhan energi basal, energi basal saja sudah 1200, bayangkan kalau hanya makan 400 kilo kalori," terang dr. Eleonora.

"Ini hanya 1/3 nya saja, hal ini sangat amat tidak cukup untuk memenuhi energi dalam aktivitas sehari-hari."

2 dari 3 halaman

dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK menjelaskan jika ada indikasi atau ada orang-orang tertentu yang direkomendasikan untuk melakukan VLCD.

Namun harus dengan pertimbangan dokter yang memang ahli di bidangnya atau dokter spesialis gizi.

Diet dengan rendah kalori biasanya dilakukan oleh orang yang indeks massa tubuhnya lebih dari 30.

Namun ada baiknya jika mencoba metode diet yang lain terlebih dahulu, jika berhasil sebaiknya diet dengan metode tersebut dan jangan langsung diet rendah kalori.

Ketika diet dengan metode lain tidak berhasil atau mungkin indeks massa tubuhnya tidak sampai 30 atau orang tersebut ada penyakit yang menyertai obesitas maka perlu dipertimbangkan.

"Misalnya penyakit yang menyertai obesitas seperti gangguan saluran napas atau penyakit parah yang dapat mengganggu organ-organ dalam tubuh yang terjadi karena obesitas dan perlu menurunkan berat dengan cepat, maka akan dipertimbangkan," jelas dr. Eleonora.

Baca juga: dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK : Saat Diet Makronutrien dan Mikronutrien Harus Terpenuhi

Ilustrasi konsumsi buah untuk sarapan diet
Ilustrasi konsumsi buah untuk sarapan diet (jogja.tribunnews.com)

"Namun diet ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang, karena ada pertimbangan khususnya."

"Dan diet inipun ada batasannya. Kalaupun diet rendah kalori diperlukan, untuk pria kalorinya tidak boleh kurang dari 500 kilo kalori, sedangkan untuk wanita tidak boleh kurang 400 kilo kalori," lanjutnya.

"Kalori dalam sekecil itu tidak boleh sembarangan, harus ada semua zat gizinya baik karbohidrat, protein, lemak, dan termasuk serat, serta vitamin dan mineral."

VLCD ini tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu yang lama karena banyak efek sampingnya.

3 dari 3 halaman

"Nah ini kadang orang-orangv suka ngikutin diet orang lain tapi tidak tau efek sampingnya apa," ungkap dr. Eleonora.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Eleonora Mitaning Christy, M.Gizi, Sp.GK dalam tayangan YouTube Tribun Jatim Official pada 15 Maret 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved