Breaking News:

Kasus Covid-19 pada Anak Melonjak, Mengapa Bisa Terjadi dan Apa Solusinya?

Kini ahli menyebut anak-anak menjadi kelompok rentan yang berisiko tertular Covid-19

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. 

TRIBUNHEALTH.COM - Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Salah satu kelompok yang kini menjadi perhatian adalah anak-anak.

Anak menjadi rawan mengingat mereka tidak mendapatkan vaksinasi.

Padahal penyebaran virus corona semakin besar seiring aktivitas orang dewasa yang kian mendekati normal seperti era pra-pandemi.

Salah satu faktor yang dikaitkan dengan kondisi ini adalah munculnya varian delta yang kini telah dominan.

Namun, Direktur Pengendalian Infeksi dan Epidemiologi Rumah Sakit Nasional Anak, Washington DC, Xiaoyan Song, mengatakan varian delta tak menjadi satu-satunya faktor.

Dia menyebut, varian ini tak secara selektif menargetkan atau secara tidak proporsional berdampak pada anak, diberitakan CNN, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: dr. Eva Devita Harmoniati: Peran Aktif Orang Tua Sangat Penting pada Masa Pertumbuhan Anak

Baca juga: Benarkah Demam Berdarah Hanya Terjadi pada Anak-anak? Simak Penjelasan Dokter

Ilustrasi PTM
Ilustrasi PTM (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Dia tak menampik virus corona varian delta sangat menular.

Namun peningkatan kasus tidak hanya di kalangan anak-anak.

"Peningkatan jumlah anak-anak disebabkan oleh peningkatan jumlah orang dewasa," kata Song, dikutip TribunHealth.com dari CNN.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved