Breaking News:

Wanita Selandia Baru Meninggal karena Miokarditis setelah Disuntik Vaksin Pfizer

Pemerintah Selandia Baru secara resmi melaporkan kematian ini terkait dengan vaksin

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNHEALTH.COM - Selandia Baru melaporkan kematian pertama yang terkait dengan vaksin Covid-19 Pfizer, Senin (30/8/2021) waktu setempat.

Informasi itu dirilis oleh kementerian kesehatan menyusul tinjauan oleh dewan pemantau keamanan vaksin Covid-19 independen atas kematian seorang wanita setelah menerima vaksin

Pernyataan kementerian tidak memberikan usia wanita itu, sebagaimana diberitakan NBC.

Dewan menganggap bahwa kematian wanita itu karena miokarditis, yang dikenal sebagai efek samping langka dari vaksin Pfizer Covid-19, kata pernyataan itu.

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat membatasi kemampuan organ untuk memompa darah dan dapat menyebabkan perubahan ritme detak jantung.

Ilustrasi vaksin pfizer
Ilustrasi vaksin pfizer (Tribunnews.com)

Baca juga: Peneliti Ungkap AstraZeneca dan Pfizer Efektif Lawan Varian Delta, Jeda Vaksinasi Tak Berpengaruh

Baca juga: Alasan Jabodetabek sebagai Daerah Prioritas Pemberian Vaksin Jenis Pfizer

"Ini adalah kasus pertama di Selandia Baru di mana kematian pada hari-hari setelah vaksinasi dikaitkan dengan vaksin Pfizer Covid-19," kata kementerian kesehatan.

Tim media Pfizer di Selandia Baru tidak segera membalas permintaan komentar melalui email.

Kasus tersebut telah dirujuk ke koroner dan penyebab kematiannya belum ditentukan, kata kementerian kesehatan.

Dewan independen, bagaimanapun, menganggap bahwa miokarditis mungkin karena vaksinasi.

Baca juga: Dr. Leana Wen Benarkan Orang yang Divaksin Tetap Bisa Tertular Covid-19, tapi Sudah Boleh Aktivitas

Baca juga: Virus Corona Bermutasi Lagi, Lahirkan Varian Baru C.1.2 yang Masih Dipantau Peneliti

Baca berita lain tentang Covid-19 dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved