Breaking News:

dr. Zulfia Oktanida Syarif Sebutkan Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesehatan Mental, Simak Ulasannya

Menurut dr. Zulfia Oktanida Syarif faktor biologis, psikologis, dan sosial jika digabungkan menjadi satu bisa memicu suatu kondisi mental tertentu.

Pixabay
Ilustrasi kesehatan mental remaja, menurut dr. Zulfia Oktanida Syarif masa remaja sedang mengalami perubahan hormonal 

TRIBUNHEALTH.COM - Faktor yang memengaruhi kesehatan mental tidak hanya satu.

Dokter menyebutkan jika multifaktorial.

Ada faktor biologis, genetika, perubahan hormonal pada remaja, faktor psikologis, tumbuh kembang dari masa anak-anak, pola asuh orang tua, dan faktor sosial.

Termasuk interaksi bersama dengan teman-temannya.

Baca juga: dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK Sebut Efek Samping dari Very Low Calorie Diet

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Zulfia Oktanida Syarif dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Agustus 2021.

Faktor biologis, psikologis, dan sosial jika digabungkan menjadi satu bisa menimbulkan suatu kondisi mental tertentu.

Ilustrasi kesehatan mental remaja,
Ilustrasi kesehatan mental remaja, dr. Zulfia Oktanida Syarif sebut jika keseluruhan faktor bergabung mengakibatkan munculnya suatu kondisi kesehatan mental (Pixabay)

Masa remaja sedang mengalami perubahan hormonal.

Dimana terjadi ketidakseimbangan.

Kemudian secara psikologis tumbuh kembang anak bukan dari keluarga yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kesehatan mentalnya.

Sehingga ia menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak mendapatkan pengakuan dan validasi.

Ditambah mendapatkan bullying di lingkungan sosialnya.

Mendapat body shaming misalnya.

Baca juga: Dr. drg. Munawir H Usman, SKG., MAP Sebut Kawat Gigi Berfungsi untuk Memperbaiki Kelainan pada Gigi

Jika keseluruhan faktor bergabung mengakibatkan munculnya suatu kondisi kesehatan mental.

Seperti kecemasan, depresi, atau yang lain sebagainya.

Faktor-faktor tersebut menentukan munculnya suatu kondisi kesehatan mental pada seseorang.

Body shaming merupakan salah satu bentuk bullying yang dilakukan oleh orang-orang yang terfokuskan pada bentuk fisik.

Ilustrasi body shaming,
Ilustrasi body shaming, dr. Zulfia Oktanida Syarif sebut body shaming merupakan salah satu bentuk bullying (kompas.tv)

Apabila seseorang menerima body shaming, tentunya akan ada persepsi oleh komentar yang disampaikan orang tersebut.

Kondisi ini akan memengaruhi body imagenya dia.

Orang yang cenderung memiliki kerentanan atau insecure, dia akan semakin tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya.

Baca juga: Amankah Melakukan Very Low Calorie Diet? Begini Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Zulfia Oktanida Syarif dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Agustus 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved