Breaking News:

Studi Tunjukkan Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Jantung

Namun ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan, termasuk gula dan tambahan lain dalam kopi

Pixabay
Ilustrasi minum kopi 

TRIBUNHEALTH.COM - Studi terbaru mengungkap kopi bisa menurunkan risiko kematian akibat stroke dan penyakit jantung.

Di antara orang-orang tanpa diagnosis penyakit jantung, konsumsi kopi secara teratur 0,5 sampai 3 cangkir kopi sehari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke, dan kematian dini dari penyebab apapun bila dibandingkan dengan non-peminum kopi.

Studi tersebut, yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Society of Cardiology, meneliti perilaku minum kopi lebih dari 468.000 orang yang berpartisipasi dalam UK Biobank Study.

Mereka menampung informasi genetik dan kesehatan mendalam pada lebih dari setengah juta orang Inggris, dilansir TribunHealth.com dari CNN, Jumat (27/8/2021).

Menambah hasil penelitian sebelumnya

Ilustrasi mengonsumsi kopi
Ilustrasi mengonsumsi kopi (sultra.tribunnews.com)

Baca juga: Gaya Hidup Ini Bisa Sebabkan Rasa Lelah Sepanjang Waktu, Termasuk Banyak Minum Kopi

Baca juga: Apakah Kopi Dapat Memicu Naiknya Asam Lambung? Begini Ulasan dr. Mustopa, Sp.PD

Studi telah menemukan minum kopi dalam jumlah sedang dapat melindungi orang dewasa dari diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit hati, kanker prostat, Alzheimer, sakit punggung akibat penggunaan komputer, dan banyak lagi.

Terkait penyakit jantung, analisis data dari tiga studi utama yang diterbitkan pada bulan April menemukan bahwa minum satu atau lebih cangkir kopi berkafein sehari, dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung jangka panjang.

Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, analisis April menemukan risiko gagal jantung dari waktu ke waktu menurun antara 5% dan 12% untuk setiap cangkir kopi yang dikonsumsi setiap hari dalam dua penelitian.

Risiko gagal jantung tetap sama untuk orang yang tidak minum kopi atau satu cangkir per hari dalam studi ketiga.

Tetapi ketika orang minum dua atau lebih cangkir kopi hitam sehari, risikonya menurun sekitar 30%, menurut analisis tersebut.

"Hubungan antara kafein dan pengurangan risiko gagal jantung sangat mengejutkan," kata penulis senior Dr. David Kao, direktur medis dari Colorado Center for Personalized Medicine di University of Colorado School of Medicine di Aurora, pada bulan April.

Ilustrasi kopi hitam
Ilustrasi kopi hitam (manado.tribunnews.com)

Baca juga: Mengenal Operasi Laparaskopi pada Penanganan Penyakit Usus Buntu dari dr. Asdar, Sp.B

"Kopi dan kafein sering dianggap oleh masyarakat umum 'buruk' bagi jantung karena orang mengasosiasikannya dengan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, dll."

"Hubungan yang konsisten antara peningkatan konsumsi kafein dan penurunan risiko gagal jantung mengubah asumsi itu di atas kepala," kata Kao dalam sebuah pernyataan.

Dalam studi April, manfaat tersebut tak ditemukan dalam kopi tanpa kafein.

Sebaliknya, analisis menemukan hubungan antara kopi tanpa kafein dan peningkatan risiko gagal jantung.

Gagal jantung terjadi ketika jantung yang lemah gagal memasok sel-sel tubuh dengan darah yang cukup untuk mendapatkan oksigen yang dibutuhkan agar tubuh berfungsi dengan baik.

Baca juga: Minum Kopi di Pagi Hari Dapat Merusak Sistem Kekebalan Tubuh, Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

Penderita gagal jantung mengalami kelelahan dan sesak napas serta kesulitan berjalan, menaiki tangga, atau aktivitas sehari-hari lainnya.

"Meskipun tidak dapat membuktikan kausalitas, sangat menarik bahwa ketiga penelitian ini menunjukkan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung."

"Dan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola diet sehat jika dikonsumsi polos, tanpa tambahan gula dan produk susu berlemak tinggi. seperti krim," kata ahli diet terdaftar Penny Kris-Etherton, mantan ketua langsung dari American Heart Association's Lifestyle and Cardiometabolic Health Council Leadership Committee, dalam sebuah pernyataan pada bulan April.

Dia tidak terlibat dalam penelitian.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved