Breaking News:

Mengenal Operasi Laparaskopi pada Penanganan Penyakit Usus Buntu dari dr. Asdar, Sp.B

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai operasi laparaskopi pada penanganan penyakit usus buntu

Tribunbatam.id
Ilustrasi Operasi laparaskopi pada usus buntu 

TRIBUNHEALTH.COM - Usus buntu merupakan suatu kondisi di mana usus mengalami peradangan.

Tanda utama dari penyakit ini ialah mengalami nyeri pada perut bawah bagian kanan.

Pada awalnya rasa sakit dimulai pada daerah tengah perut atau sekitar pusar.

Lalu, rasa sakit ini perlahan-lahan bergerak ke bagian kanan bawah perut dan cenderung akan menetap pada tempat di mana usus buntu berada.

Baca juga: Nyeri Kambuh saat Alami Usus Buntu? Dokter Paparkan Penanganan Pertama yang Bisa Dilakukan

Dokter Asdar yang menekuni bidang spesialis penyakit dalam mengungkapkan, penanganan terbaik pada penyakit radang usus buntu adalah operasi.

Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Timur, operasi pada penanganan penyakit usus buntu terbagi menjadi dua jenis.

Yaitu operasi bedah terbuka dan laparaskopi.

Operasi usus buntu dengan laparaskopi dilakukan dengan menggunakan suatu alat yang dilengkapi dengan kamera.

Ilustrasi operasi bedah umum
Ilustrasi operasi bedah umum (regional.kompas.com)

Pada operasi laparoskopi, usus buntu diangkat tanpa perlu mengiris sisi perut yang lebar.

"Jadi cuma 1 atau 2 cm aja, di dua atau tiga tempat, lalu kamera masuk dilihatkan usus buntunya kemudian diangkat."

"Jadi kayak kita melihat tangan robot dari kamera, usus buntunya ditarik, lalu diikat dua kali, baru digunting, kemudian usus buntunya ditarik keluar," beber Asdar.

Ia menambahkan, bekas operasi yang timbul pasca melakukan laparoskopi juga hampir tidak terlihat.

Pasalnya bekas operasi hanya akan terlihat 1 cm saja.

Baca juga: Ketahui! Dokter Ungkap Operasi Merupakan Jalan Terbaik pada Penanganan Penyakit Radang Usus Buntu

ilustrasi peradangan usus buntu
ilustrasi peradangan usus buntu (grid.id)

Selain itu pasca melalukan laparoskopi, pasien hanya akan menerima satu hingga dua jahitan. Berbeda dengan operasi terbuka.

Meski demikian, tidak semua pasien yang menderita usus buntu dapat diberikan penanganan laparaskopi.

Sebab pasien yang menderita penyakit radang usus buntu kronis, hanya boleh melakukan operasi bedah terbuka.

"Jadi kalau penyakit usus buntunya sudah parah, bocor maka hanya bisa operasi open (terbuka). Tidak bisa melakukan operasi canggih."

"Karena infeksinya sudah menyebar kemana-mana," tandas Asdar.

Baca juga: Dokter Ungkap Perjalanan Penyakit Seseorang Alami Penyakit Usus Buntu, Sebut Berawal dari GERD

Baca juga: Apakah Penyumbatan Usus Buntu Bisa Menyebabkan Peradangan? Simak Penjelasan Dokter

Penjelasan dr. Asdar, Sp.B ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Sabtu (26/6/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved