TRIBUNHEALTH.COM - Memiliki gigi sensitif tentu sangat membuat tidak nyaman.
Karena seringkali keluhan tersebut dapat terjadi dalam jangka waktu yang panjang.
Gejala gigi sensitif dapat ringan hingga berat, dan dapat hilang atau timbul dengan sendirinya.
Baca juga: Penyakit Katarak Bisa Terjadi pada Usia Muda, Ini Penjelasan dr. Ahmad Ashraf Amalius, MPH, Sp.M(K)
Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribunnews.com, drg. Sri Pamungkas Sigit Nardiatmo mengungkapkan, gigi sensitif dapat terjadi karena berbagai sebab.
Di antaranya seperti:
1. Konsumsi minuman bersoda

Baca juga: Meski Ada Kemungkinan Komplikasi, Ibu Hamil yang Obesitas Tak Disarankan Turunkan Berat Badan
Minuman bersoda dapat mencetuskan terjadinya gigi sensitif.
Karena soda memiliki tingkat keasaman, karbonasi, dan kandungan gula yang tinggi.
"Sehingga soda sangat tidak bagus dalam kesehatan rongga mulut," imbuh Pamungkas.
2. Merokok

Baca juga: Apa Penyebab Gusi Turun? Ini Tanggapan Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat sebabkan gigi sensitif.
Pasalnya merokok dapat merusak peredaran darah pada tepi-tepi gusi.
Salah satu akibatnya adalah akar gigi menjadi terbuka.
Kondisi ini mudah menyebabkan gigi menjadi sensitif.
Baca juga: dr. Ibrahim Irsan Nasution Jabarkan Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pemakaian Headphone yang Bijak
Pencegahan
Lebih lanjut, dalam mencegah gigi sensitif, ia pun menghimbau untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat.
Lantaran, ketika seseorang mengunyah makanan yang berserat, tekanan pada bibir, lidah, dan pipi menyebabkan bolus (gumpalan makanan) yang berfungsi membersihkan.

"Jadi kalau kita makan-makanan yang berserat tinggi gigi akan jadi lebih bersih," ungkapnya.
Meski demikian, ia berujar, untuk tidak lupa menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan.
Bila tidak memungkinkan menyikat gigi, ia berpesan untuk berkumur.
"Kalau tidak bisa sikat gigo, bisa berkumur-kumur saja," tandasnya.
Baca juga: drg. Sri Pamungkas Sigit Nardiatmo Jelaskan Tips Pencegahan Gigi Sensitif yang Perlu Diketahui
Penjelasan drg. Sri Pamungkas Sigit Nardiatmo dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Selasa (5/1/2021)
(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)