Breaking News:

Mengenal Trias Klasik Gejala Meningitis, Kerap Tak Disadari pada Tahap Awal

Dokter Spesialis Nurologi, dr. Felix Adrian jelaskan gejala meningitis yang kerap muncul

Freepik
Ilustrasi penyakit meningitis menyerang otak 

TRIBUNHEALTH.COM - Meningitis merupakan salah satu penyakit serius yang bisa berakibat fatal.

Namun gejala penyakit ini kadang sulit untuk dikenali di awal.

Dokter Spesialis Nurologi, dr. Felix Adrian, mengatakan hampir semua pasien merasakan demam sebagai gejala awal.

Namun terkadang mereka masih bisa beraktivitas seperti biasa.

"Jadi kadang saya bertanya pada pasien itu bukan sejak kapan pasien demam, tapi sejak kapan bapak/ibu tidak bisa beraktivitas normal," kata dr. Felix Adrian dikutip TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV.

Secara umum, gejala tersebut dikenal dengan trias klasik meningitis.

Baca juga: Dokter Tegaskan Pengobatan Meningitis Tak Sama pada Tiap Pasien, Disesuaikan dengan Penyebabnya

Baca juga: Jangan Sepelekan Masalah Kulit Kepala, Bisa Sebabkan Kebotakan Permanen jika Diabaikan

Ilustrasi gejala demam
Ilustrasi gejala demam (jogja.tribunnews.com)

Pertama adalah demam, di mana suhu lebih dari 38,8 derajat.

"Kedua yang sering kita dapatkan adalah kaku kuduk."

"Ini harus saya luruskan. Kadang-kadang ada orang salah tangkap, dia pikir kaku di tengkuknya. Tapi bukan," katanya.

"Kaku kuduk ini merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Nah ketika kontrol fisik, didapatkan kekakuan di leher pasien tersebut."

Terakhir, penderita meningitis biasanya memiliki gangguan kesadaran.

Baca juga: Tak Hanya Mudah Lupa, Demensia Alzheimer Bisa Picu Perubahan Perilaku pada Fase Berat

"Perubahan kesadaran seperti linglung, bingung, dia bengong, halusinasi, dan sebagainya," tandasnya.

dr. Felix mengatakan penanganan meningitis harus tepat.

"Awal ketika kita melakukan diganosis pasien dengan meningitis, biasanya kita akan melakukan lumbal pungsi," katanya.

Artinya, dokter akan mengambil cairan otak sebagai sampel.

Baca juga: Bagaimana Cara Membantu Perkembangan Otak Anak?

Baca juga: Mengenal Abses Otak, Penumpukan Nanah Akibat Infeksi dan Menyebabkan Pembengkakan Otak

Ilustrasi syaraf dalam otak
Ilustrasi syaraf dalam otak (Pixabay)

Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari meningitis yang diderita pasien.

Apakah disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.

Nantinya pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

"Karena pengobatan meningitis itu akan sangat bergantung pada kuman yang menjangkiti pasien tersebut."

"Jadi kita harus melihat apakah ini suatu virus, bakteri, atau jamur."

"Jadi pengobatannya harus berkorelasi dengan hasil pemeriksaan tersebut," pungkasnya.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved