Breaking News:

Dokter Bantah Rokok Elektrik Lebih Aman, Tegaskan Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional

Kebiasaan merokok bisa mengundang berbagai dampak negatif, termasuk penyakit degeneratif

Kompas.com
ilustrasi rokok elektrik 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen menegaskan rokok elektrik tak kalah berbahaya dengan rokok konvensional.

Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews.

"Nah sekarang ada model baru nih. Bagaimana sih dengan masalah rokok elektrik gitu ya," kata dr. Tan Shot Yen dikutip TribunHealth.com dari program Malam Minggu Sehat Tribunnews.

Beberapa pihak mengklaim rokok elektrik lebih aman dibanding rokok batang.

Namun dr. Tan dengan tegas membantahnya.

"Ternyata nikotin yang menguap tetap mengandung karsinogen," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Tan menjelaskan berbagai dampak negatif merokok.

Baca juga: Dokter Sebut Merokok jadi Pemicu Terjadinya Peradangan Usus Buntu

ilustrasi rokok elektrik
ilustrasi rokok elektrik (tribunnews.com)

Satu di antaranya adalah munculnya penyakit degeneratif.

"Karena tadi ya, penyempitan pembuluh darah, masuknya karbonmonoksida dengan segala macam resikonya, termasuk hipertensi, penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke tentu saja," contohnya.

Tak hanya itu, rokok juga bisa mengakibatkan kanker.

Dia menambahkan, risiko kanker bukan hanya pada organ paru-paru, melainkan bisa menyerang organ lain.

Seabagai contoh, saluran napas, mulut, lambung, kandung kemih, dan leher rahim bisa terserang kanker akibat kebiasaan merokok.

Menurut dr. Tan permasalahan rokok di tanah air memang masih kompleks.

Baca juga: Benarkah Zat pada Rokok dapat Mempengaruhi Warna Gigi? Berikut Ulasan Dokter Munawir H. Usman

Ilustrasi berhenti merokok
Ilustrasi berhenti merokok (Freepik)

Pertama, masih banyaknya iklan tentang rokok di pinggir jalan.

Bahkan sampai ada iklan rokok yang mencantumkan harga perbatang.

"Menurut saya itu udah nggak sopan sama sekali ya. Jadi boleh dibilang bahwa iklan, kalau diteliti iklan rokok sudah mulai mundur jamnya lebih malam."

"Tetapi kalau seandainya di jalan raya masih begitu masif, kok saya rasa itu akan menjadi counter attact."

Apa lagi harga rokok di Indonesia terbilang murah.

"Hanya sekitar hitungan 1000-1500 rupiah perbatang."

"Itu anak kecil aja bisa beli dan Indonesia nggak punya kontrol 'siapa' yang penting kan kalau jualan di warung di warung anak-anak dateng, anak remaja, anak sekolah, mau beli masa dibilang 'Dek mana ktp-nya kam?'" keluh dr. Tan.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved