Breaking News:

Download Buku Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak, Resmi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia

Berikut ini adalah panduan isoman untuk anak beserta link untuk download versi lengkapnya

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI Isolasi Mandiri --- Aktivitas pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) saat menjalani isolasi mandiri di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Sebanyak 57 tempat tidur telah disiapkan Pemkot 

TRIBUNHEALTH.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan panduan isolasi mandiri Covid-19 untuk anak.

Berikut ini TribunHealth.com himpun beberapa informasi penting yang ada dalam buku tersebut.

Syarat Isolasi Mandiri

  • Tidak bergejala/ asimptomatik
  • Gejala ringan (seperti batuk,pilek, demam, diare, muntah,ruam-ruam
  • Anak aktif, bisa makan minum
  • Menerapkan etika batuk
  • Memantau gejala/ keluhan
  • Pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam hari)
  • Lingkungan rumah/ kamar memiliki ventilasi yang baik

Baca juga: RS Penuh, Kemenkes Siapkan Layanan Telemendicine untuk Pasien Isolasi Mandiri

Baca juga: Rumah Sakit Mulai Penuh, Dokter Bagikan Tips Isolasi Mandiri bagi Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

ilustrasi isolasi mandiri
ilustrasi isolasi mandiri (kompas.com)

Selama anak positif, orangtua bisa tetap mengasuh.

Dengan catatan pengasuh adalah orang yang berisiko rendah terkena gejala berat Covid-19.

Jika ada anggota keluarga yang positif, maka bisa diisolasi bersama.

Namun, jika orangtua dan anak berbeda status Covid, disarankan untuk menggunakan tempat tidur terpisah dengan jarak 2 meter.

Tak lupa, selalu beri dukungan psikologis pada anak.

Agar lebih tanggap dan melakukan tindakan dini dengan tepat, berikut ini adalah gejala umum Covid-19.

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual/muntah
  • Diare
  • Lemas
  • Sesak napas

Baca juga: Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Patuh selama PPKM Darurat Berlangsung

Ilustrasi demam tinggi pada anak
Ilustrasi demam tinggi pada anak (Kompas.com)

Kondisi sudah masuk kondisi berbahaya jika laju napas anak melebihi batas berikut.

  • Kurang dari 2 bulan, lebih dari atau sama dengan 60 kali per menit
  • 2-11 bulan, lebih dari atau sama dengan 50 kali per menit
  • 1-5 tahun, lebih dari atau sama dengan 40 kali per menit
  • Lebih dari 5 tahun, 30 kali per menit

Segera bawa anak ke rumah sakit jika mengalami gejala sebagai berikut

  • Banyak tidur
  • Napas cepat
  • Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
  • Saturasi oksigen kurang dari 95 persen
  • Mata merah, ruam, leher bengkak
  • Demam lebih dari 7 heri
  • Kejang
  • Tak bisa makan dan minum
  • Mata cekung
  • BAK berkurang
  • Terjadi penurunan kesadaran.

Buku panduan lengkap bisa diunduh di sini.

Baca artikel lain seputar pandemi Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved