Breaking News:

Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Patuh selama PPKM Darurat Berlangsung

Berikut ini simak informasi mengenai PPKM yang diharap mampu menekan laju kasus Covid-19

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Wiku Adisasmito 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah secara resmi memutuskan melakukan PPKM Darurat terhitung dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

PPKM Darurat diambil sebagai langkah tegas atas peningkatan kasus positif yang cukup signifikan beberapa waktu terakhir.

Terkait dengan pemberlakuan PPKM Darurat ini, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk melakukan aktivitasnya secara bijak.

"Khususnya saat berencana melakukan kegiatan di luar rumah."

"Lebih baik di rumah jika tidak adanya kepentingan mendesak untuk melakukan aktivitas di luar rumah," jelas Wiku.

Baca juga: Ketua Komnas KIPI: Baru Vaksin Pertama Namun Terpapar Covid-19, Tetap Harus Lanjut Vaksin Kedua

Secara rinci, PPKM Darurat ini mengatur kegiatan seluruh sektor di masyarakat.

Beberapa diantaranya adalah:

- Sektor esensial seperti keuangan, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non karantina Covid-19, dan industri ekspor dilakukan sistem 50% WFH dan 50% WFO

- Sektor non-esensial dilakukan sepenuhnya dari rumah atau 100% WFH

Ilustrasi penyebaran virus Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus Covid-19 (Kompas.com)

- Kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan dilakukan secara daring atau online

- Kegiatan perbelanjaan di supermarket, pasar tradisional dapat beroperasi maksimal hingga pukul 20:00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 50%

- Pusat perbelanjaan atau mall ditutup sementara

- Kegiatan sektor farmasi seperti apotek dan toko obat dapat beroperasi 24 jam

Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta.
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

- Perjalanan domestik jarak jauh seperti dengan pesawat, bis, dan kereta api menerapkan kewajiban kepemilikan bukti kartu vaksin penyuntikkan pertama

- serta memiliki hasil negatif Covid-19 melalui PCR maksimal 2 hari dan Rapid Antigen maksimal 1 hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Tak Selalu Parah, Ilmuwan Sebut Gejala Varian Delta Bisa Hanya Tak Enak Badan

Baca juga: 5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Punya Mutasi Tak Biasa yang Sulit Dipahami Ilmuwan

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved