Breaking News:

5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Punya Mutasi Tak Biasa yang Sulit Dipahami Ilmuwan

Virus jenis ini mendapat perhatian lebih karena telah menyebar di beberapa negara dengan cepat

Pixabay
Ilustrasi mutasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Virus corona terus bermutasi.

Satu di antara mutasi terbaru yang menarik perhatian adalah varian lambda.

Baru-baru ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menggolongkan varian ini sebagai 'varian yang menarik'.

Artinya, WHO mulai memberikan perhatian lebih terhadap jenis ini.

Dihimpun TribunHealth.com dari Express Selasa (6/7/2021), berikut ini fakta-fakta virus corona varian lambda.

1. Diidentifikasi pertama kali di Peru

Varian lambda pertama kali diidentifikasi di Peru pada Desember 2020.

2. Disebut lebih menular

ilustrasi cegah penularan covid
ilustrasi cegah penularan covid (kompas.com)

Baca juga: Ketika Ibu Hamil Disuntik Vaksin Covid-19, Apakah Janin juga Membentuk Antibodi Dok?

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bisa Picu Kecemasan, Dokter: Segera Konsultasi jika Sudah Ganggu Kehidupan

Pablo Tsukayama, seorang dokter di mikrobiologi molekuler di Universitas Cayetano Heredia di ibukota Peru, Lima, memperingatkan bahwa strain itu bisa lebih menular daripada yang lain.

Varian ini hanya ditemukan satu dari 200 sampel, pada awal kemunculan.

Berbicara kepada Financial Times, dia menambahkan, “Pada bulan Maret, bagaimanapun, itu menyumbang sekitar 50 persen sampel di Lima dan sekarang sekitar 80 persen.

"Itu akan menunjukkan tingkat penularannya lebih tinggi daripada varian lain."

3. Masih butuh bukti ilmiah

Petugas kesehatan melakukan aktivitas di ruang ekstraksi laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR itu untuk melakukan uji laboratorium virus corona (Covid-19) melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes per hari.
Petugas kesehatan melakukan aktivitas di ruang ekstraksi laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR itu untuk melakukan uji laboratorium virus corona (Covid-19) melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes per hari. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: Waspada, Dokter Ungkap Anak Memiliki Risiko Tertular Covid-19 Sama Tingginya dengan Orang Dewasa

Jairo Méndez Rico, penasihat penyakit virus di Organisasi Kesehatan Pan-Amerika, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan tentang jenis ini.

Dia berkata, “saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu lebih agresif daripada varian lainnya.

“Mungkin saja memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi lebih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk itu."

4. Diperhatikan WHO

WHO menyebut Lambda sebagai "varian minat" ketujuh pada 14 Juni.

Kendati demikian, strain ini dianggap masih lebih tidak mengancam, dibanding empat varian yang menjadi perhatian utama, yakni alpha, beta, gamma, dan delta.

Namun Public Health England (PHE) mengambil langkah yang lebih serius.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved