Breaking News:

Jokowi Targetkan Percepat Vaksinasi Covid-19 hingga 1 Juta Orang Per Hari

Berikut ini simak informasi mengenai program vaksinasi Covid-19 yang perlu diketahui

kompas.com
ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Presiden RI Joko Widodo meminta cakupan vaksinasi Covid-19 agar dipercepat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, presiden meminta target vaksinasi sampai 700 ribu orang per hari pada bulan Juni.

Sementara 1 juta orang per hari pada bulan Juli.

Dilansir TribunHealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, untuk mencapai target itu, Presiden Jokowi sudah melibatkan TNI dan Polri untuk bekerja bersama pemerintah daerah.

Sehingga nantinya sebanyak 600 ribu orang per hari divaksinasi akan dikejar melalui jalur pemerintah daerah.

Baca juga: Peneliti Sebut Peningkatan Kasus di Kudus Akibat Covid-19 Varian Delta

Baca juga: Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Jelaskan Keamanan AstraZeneca Batch CTMAV547

Baca juga: Penjelasan dr. Siti Nadia Tarmizi jika Varian Baru COVID-19 Lebih Cepat Menular

Sedangkan 400 ribu orang per hari akan dikejar melalui jalur sentral TNI dan Polri.

"Kami diminta untuk memastikan koordinasi yang berjalan dengan baik dan juga supply vaksinnya dilakukan dengan baik," ucap Budi.

Tak cukup hanya dengan vaksinasi, Presiden Jokowi juga menekankan protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin sesuai dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro yang sudah diterapkan.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (megapolitan.kompas.com)

Bahkan Panglima dan Kapolri dimintanya untuk memastikan bahwa implementasi di lapangan untuk PPKM mikro benar-benar sudah sesuai dengan yang dirumuskan.

"Saat ini banyak terjadi klaster penularan Covid-19 di lingkungan keluarga, khususnya yang disebabkan oleh aktivitas mudik, pariwisata, kemudian juga aktivitas makan."

"Jokowi meminta agar aktifitas dimana kesempatan membuka masker tinggi ini benar-nenar diperhatikan dan implementasi di lapangan harus diperketat," terang Budi.

Baca juga: Dr. drg. Munawir Usman M.AP Jelaskan Cara Aman Perawatan Gigi ke Dokter Gigi selama Pandemi COVID-19

Baca juga: Psikolog Menjelaskan Dampak Psikologis Masyarakat yang Tidak Terjangkit Virus Covid-19

Baca juga: Apakah Penderita Tumor Jinak Diperbolehkan Vaksin Covid-19? Begini Tanggapan Juru Bicara Kemenkes

(TribunHealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved