TRIBUNHEALTH.COM - Agar terhindar dari jerawat disarankan untuk sering mengganti sarung bantal.
Umumnya mengganti sarung bantal dapat dilakukan seminggu sekali.
Biasanya dokter menyarankan untuk mengganti sarung bantal 3 hari sekali, itu adalah waktu yang maksimal.
Apabila mengganti setiap hari lebih bagus, terutama jika penderita tidak bisa tidur terlentang.
Karena bakteri dapat saja menempel di sarung bantal.
Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Ammaliris Murastami dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 10 Juni 2021 tentang terbentuknya bopeng pasca acne.
Baca juga: Dokter Spesialis Kulit Sebut Beberapa Kandungan Produk Skincare untuk Mengatasi Kulit Berjerawat
Baca juga: Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Jelaskan Derajat Keparahan Acne Vulgaris
Apabila kulit sedang mengalami breakout, bisa menggunakan produk-produk yang memang ditujukan untuk jenis kulit berjerawat.
Namun tentunya kita harus benar-benar mengetahui apakah benar merupakan acne vulgaris atau menyerupai acne yang disebabkan oleh hal-hal yang lain atau bisa saja acne yang disebabkan oleh jamur.
Jika memang kita merasa sedang berjerawat, pilihlah produk-produk yang memang bisa digunakan untuk jerawat.
Kita bisa memilih produk-produk yang mengandung BHA maupun niacinamide.
Untuk cream malam bisa menggunakan produk yang mengandung vitamin A.

Atau bisa juga dengan kandungan retinol yang sama seperti vitamin A.
Namun jika sudah beberapa lama tidak menunjukkan perbaikan, alangkah baiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
Sehingga dapat langsung mendapatkan penanganan yang tepat.
Terkadang keburukkan dari acne vulgaris meninggalkan bekas.
Hal ini cukup mengganggu penampilan, terutama bagi perempuan.
Kondisi ini dapat memicu stres sehingga menyebabkan jerawat muncul kembali.
Jerawat terdiri dari beberapa derajat keparahan.
Bekas jerawat dapat menimbulkan bopeng terdalam atau menonjol.
Biasanya reaksi inflasmasi atau meradang mereda akan menghilangkan kemerahan terlebih dahulu.
Lambat laun akan menjadi kehitaman yang dinamakan hyperpigmentasi pasca infamasi.
Kemudian jika terjadi sesuatu pada saat perjalanan acne, akan menyebabkan bopeng.
Baca juga: Dokter Jelaskan Cara Penanganan yang Tepat untuk Menghilangkan Komedo
Baca juga: Prof. Wiku Adisasmito Jelaskan Penggunaan Masker yang Mampu Menyaring Partikel Virus Corona
Bopeng pun juga terdiri dari beberapa macam.
Selain itu, keloid juga bisa terjadi pada bekas acne.
Paparan sinar matahari dapat menambah risiko terjadinya bopeng pada penderita acne.
Baik kulit beracne ataupun tidak, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari atau radiasi dari sinar-sinar yang lain.
Sinar matahari dapat merusak DNA pembentuk sel, dimana selnya juga sedang melakukan penyembuhan jerawat.
Sehingga hal ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya bopeng pasca acne.
Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Ammaliris Murastami dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 10 Juni 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.