Breaking News:

Dokter Paparkan Apa yang Terjadi pada Tubuh ketika Berhenti Merokok, Nikotin Habis setelah 24 Jam

Semakin lama berhenti merokok, maka efek yang didapat akan semakin baik

regional.kompas.com
Ilustrasi berhenti merokok 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter spesialis paru, Mukhtar Ikhsan menjelaskan apa yang akan terjadi pada tubuh ketika berhenti merokok.

Hal itu ia sampaikan dalam program Ayo Sehat Kompas TV yang tayang live pada Senin (31/5/2021).

"Menurut penelitian begini. Misalnya seseorang berhenti merokok, maka setelah 20 menit berhenti terjadi penurunan kadar nikotin," papar dr Mukhtar, dikutip TribunHealth.com.

Penurunan kadar nikotin akan segera diikuti dengan membaiknya tekanan darah dan irama jantung.

Tubuh tak pernah berhenti melakukan metabolisme.

Baca juga: Benarkah Efek Samping Merokok dapat Diminimalisir dengan Berpuasa?

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Gusi

Ilustrasi rokok
Ilustrasi rokok (Pixabay)

Karenanya, nikotin hampir habis setelah 12 jam berhenti merokok.

"Kemudian tentu pembuluh darah dan jantung juga semakin membaik," jelasnya.

"Kalau udah 24 jam, nikotin sudah dimetabolisme semuanya, kadar CO juga sudah kurang."

"Apa lagi kalau makin lama ya (berhenti merokok) maka semakin baik lagi," tandas dr Mukhtar.

Sebaliknya, kebiasaan merokok akan berimbas buruk pada kesehatan jika dilakukan terus menerus.

Bahkan, dampak yang timbul tak hanya pada organ pernapasan seperti paru-paru.

Melainkan juga bisa merusak berbagai organ lain.

Ilustrasi rokok
Ilustrasi rokok (Pixabay)

Baca juga: Dok, Mengapa Dada Saya Sesak dan Tidak Tahan dengan Asap Rokok?

Baca juga: Ini Dampak Kesehatan Bagi Perokok Pasif

Berikut ini adalah beberapa macam penyakit yang bisa terjadi jika kebiasaan merokok tak segera dihentikan.

  1. Gangguan kardiovaskular, meliputi penyakit jantung dan stroke
  2. Kerusakan otak
  3. Penyakit mulut dan tenggorokan
  4. Penyakit paru-paru
  5. Penyakit lambung
  6. Tulang keropos atau rapuh
  7. Penuaan dini
  8. Permasalahan pada organ reproduksi
  9. Gangguan psikologis

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved