Breaking News:

Dok, Mengapa Dada Saya Sesak dan Tidak Tahan dengan Asap Rokok?

Hal demikian disebut dengan perokok pasif. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Paru.

Tribunnews.com
Ilustrasi seseorang sedang sesak nafas 

Pertanyaan:

Pagi dokter.

Saya bukan perokok.

Sehingga dada saya sesak dan tidak tahan asap rokok jika sewaktu nongkrong.

Apa itu gejala paru-paru saya mengalami masalah, Dok?

Baca juga: Ingin Mengurangi Risiko Penuaan Dini? Begini Penjelasan dr. Muhammad Fiarry Fikaris

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Lidah Melepuh Dapat Disebabkan karena Trauma

Terima kasih.

Dilansir Tribunhealth.com pertanyaan ini disampaikan oleh penonton KOMPASTV yang dibacakan oleh Host KOMPASTV program Sapa Indonesia Pagi edisi 08 Januari 2021.

Ilustrasi penyakit paru obstruktif kronik
Ilustrasi penyakit paru obstruktif kronik (health.kompas.com)

Jawaban dokter:

Mungkin yang pertama kali dilihat saat kondisi nongkrong itu, apakah ada beberapa teman yang melakukan kegiatan merokok.

Karena terkadang kita kumpul-kumpul di tempat kafe ada sebagian yang merokok.

2 dari 2 halaman

Jika seandainya memang di lingkungannya ada yang merokok, dan dia tidak tahan terhadap rokok, hal ini merupakan respon tubuh terhadap asap rokok.

Pada orang yang fungsi parunya memang tidak begitu bagus, bahkan orang bagus pun akan mengalami keluhan sama jika terbiasa terpapar asap rokok.

Hal ini disebut dengan perokok pasif.

Baca juga: Sering Terjangkit Penyakit Kulit? Berikut Pengobatan menurut Dokter Spesialis Kulit

Baca juga: Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Tegaskan Jika Pemasangan Veneer Gigi Harus Ada Indikasi Medis

Alangkah lebih baik segera periksakan kepada Dokter Spesialis Paru.

Sehingga bisa dilihat apakah fungsi parunya masih baik.

Dijawab oleh Dokter Spesialis Paru, dr. Risky Akaputra yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Sapa Indonesia Pagi edisi 08 Januari 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan ada di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved