Breaking News:

Dr. Irma Hidayana, MPH Jelaskan Dampak Pemberian Produk Pengganti ASI Terhadap Kesehatan Anak

Pemberian susu formula memberikan kontribusi negatif seperti diabetes, obesitas, dan segala macam penyakit yang terkait dengan penyakit jantung.

surabaya.tribunnews.com
Ilustrasi pemberian susu formula pada bayi 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebenarnya banyak sekali studi yang dilakukan.

Tidak hanya studi, tetapi pengalaman yang mungkin tidak ditulis di dalam sebuah studi.

Bisa jadi pengalaman-pengalaman yang mungkin belum diplubikasikan dalam studi ilmiah.

Penelitian dan studi yang sudah dilakukan sejak tahun 70 an sampai sekarang, mengenai dampak pada anak yang tidak mendapatkan ASI dan dampak jika anak diberikan produk pengganti ASI seperti susu formula, sereal, dan biskuit.

Baca juga: dr Tan Shot Yen Jelaskan 2 Jenis Stroke, Salah Satunya Bisa Dipicu Penyakit Darah Tinggi

Baca juga: Tak Bisa Disepelekan, Kecanduan Gawai pada Anak Bisa Ganggu Perkembangan Fisik dan Kognitif

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Peneliti Dampak Industri Terhadap Kesehatan Anak, Dr. Irma Hidayana, MPH dalam tayangan YouTube Tribun Health edisi 29 Mei 2021 tentang dampak pemberian produk pengganti ASI.

Karena produk tersebut diproduksi melalui ultra proses, tentu saja hal tersebut memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak dan ibu.

Akan tetapi yang paling penting mengenai hasil studi yang sudah dilakukan bertahun-tahun pada setiap tahun di era yang berbeda-beda di beberapa negara dengan pengaturan yang berbeda-beda hasilnya adalah konsisten.

Ilustrasi bayi minum susu formula
Ilustrasi bayi minum susu formula (Pixabay)

Bahwa dampaknya cukup buruk terhadap pemberian susu formula dan produk-produk ultra proses seperti produk pengganti ASI yang diproduksi oleh pabrik.

Hal ini memberikan kontribusi negatif seperti diabetes, obesitas, dan segala macam penyakit yang terkait dengan penyakit jantung.

Bahaya tersebut tidak akan dirasakan secara langsung oleh anak-anak.

Bahaya ini akan dirasakan saat anak sudah besar.

Maka dari itu banyak sekali orang yang beranggapan jika tidak masalah untuk konsumsi bahan makanan atau minuman yang diproduksi oleh pabrik.

Sebenarnya kandungan produk hasil pabrik memberikan dampak ketika anak sudah dewasa.

Hasil studi secara konsisten menunjukkan munculnya penyakit seperti diabetes, obesitas, hipertensi, berbagai macam penyakit kardiovaskular, dan lain-lain.

Baca juga: Tak Hanya Muka, Ternyata Jerawat Juga Bisa Muncul di Bahu hingga Punggung, Ini Penyebabnya

Baca juga: Dokter Bagikan Tips Bersihkan Sisa Makanan dengan Tusuk Gigi, Bisa Rusak Gusi jika Terlalu Dalam

Pemberian produk pabrik pengganti ASI, bahayanya adalah mematikan secara jiwa.

Bisa merenggut nyawa orang hanya semata-mata karena penyakit-penyakit tidak menular yang diderita.

Hal ini juga bisa memiskinkan orang karena berobat ke rumah sakit tentunya membutuhkan biaya.

Saat ini banyak sekali seseorang yang berusia 25 hingga 30 tahun mengalami obesitas, muncul diabetes, munculnya penyakit jantung, dan lain-lail.

Hal ini perlu dilihat mengenai bagaimana konsistensi ketika kecil, apakah konsisten konsumsi produk pengganti ASI.

Sebenarnya hasil studi sudah menjelaskan akan hal tersebut.

Kondisi seperti ini yang tidak disadari dan menjadikan untung bagi industri makanan bayi dan anak.

Penjelasan Peneliti Dampak Industri Terhadap Kesehatan Anak, Dr. Irma Hidayana, MPH dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health edisi 29 Mei 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved