Breaking News:

Psikolog Jelaskan Ciri-ciri dan Dampak pada Anak yang Ketergantungan Gawai atau Gadget

Ketergantungan gadget atau gawai yang terjadi pada anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dan membuat anak lebih mudah emosi.

Shutterstock
Ilustrasi - Seorang anak sedang bermain gadget 

TRIBUNHEALTH.COM - Kemajuan teknologi saat ini merupakan suatu hal yang sulit untuk dihindari.

Hal ini seperti gawai yang setiap saat digunakan, apabila diperuntukkan pada hal yang tepat, teknologi ini akan sangat mempermudah aktivias kita.

Pasalnya tak sedikit kemajuan teknologi seperti gawai ini menjadi alat yang membuat seseorang menjadi ketergantungan.

Ketergantungan gawai terjadi pada orang dewasa hingga anak-anak.

Pasalnya ketergantungan gawai pada anak-anak adalah fenomena yang sering ditemui, khususnya pada masa pandemi sekarang ini.

Lalu bagaimana ciri-ciri dan dampak pada anak yang ketergantungan akan gawai?

Dilansir TribunHealth.com, dalam tayangan Kompas Tv progam Ayo Sehat, Psikolog Klinis Anak, Ratih Zulhaqqi menjelaskan ciri-ciri anak yang ketergantungan pada gawai.

Baca juga: Kenali Gangguan Kejiwaan yang Diakibatkan oleh Gadget dan Game

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak selama Belajar Sistem Daring

Ilustrasi - anak-anak sedang bermain gadget bersama-sama
Ilustrasi - anak-anak sedang bermain gadget bersama-sama (Shutterstock)

Ketergantungan anak terhadap gawai, sepatutnya orang tua dapat membentengi anak sedari dini.

Tanpa disadari, lambat laun ketergantungan anak terhadap gawai akan menjadi hal yang tidak dapat disepelekan.

Anak dikatakan kecanduan gawai atau screen time adalah ketika :

- Ketika gawai diambil, anak akan marah

- Bermain gadget yang berlebihan

- Anak tidak berminat melakukan hal lain selain main gadget

Kondisi ini akan mengganggu fungsi hidup sehari-hari pada anak.

"Rata-rata usia anak yang mengalami kecanduan gawai adalah beragam, bisa anak usia 2 tahun sampai usia remaja," terang Ratih.

Baca juga: Penggunaan Gadget di Masa Pandemi Meningkat, Ini Cara Menjaga Kesehatan Mata

"Tapi memang biasanya usia kecanduan yang sudah parah adalah usia remaja yaitu dengan rentang usia 10-24 tahun," lanjutnya.

Ilustrasi - Anak sedang bermain gadget
Ilustrasi - Anak sedang bermain gadget (Kompas.com)

Pada masa pandemi ini membuat banyak anak lebih kecanduan gadget karena semua dilakukan di rumah saja seperti sekolah, belajar, dan bermain.

Kondisi ini mengakibatkan banyak anak yang memiliki emosi yang tidak stabil.

Ratih menjelaskan penyebab terjadinya emosi yang tidak stabil pada anak di karenakan konsumsi screen time yang meningkat, artinya penggunaan gawai atau semua media yang menggunakan layar meningkat.

Sehingga anak kekurangan kesempatan untuk melakukan aktivitas lain.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved