Breaking News:

Dokter Jelaskan Tahap Pengobatan Gangguan Seksual Vaginismus yang Memengaruhi Kehidupan Seksual

Skema Pengobatan vaginismus primer atau sekunder adalah sama. Dokter akan mencoba merelaksasi pasien untuk menerima perangsangan atau perangsangan.

jogja.tribunnews.com
Ilustrasi vaginismus yang dialami oleh seorang istri 

TRIBUNHEALTH.COM - Skema Pengobatan vaginismus primer atau sekunder adalah sama.

Dalam artian dokter akan mencoba merelaksasi pasien untuk menerima perangsangan atau penetrasi dari yang tekecil.

Ukurannya tidak sebesar batang penis namun lebih kecil.

Baca juga: Efek Samping Vaksinasi COVID-19 Jenis Sinovac Bersifat Tidak Berbahaya, Begini Kata dr. Penny Lukito

Baca juga: Bagaimana Mengatasi Stres Belajar di Rumah yang Tidak Kondusif, Pak? Begini Jawaban Ahli Psikolog

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program LIVE Talkshow Edukasi Seksual tentang pengobatan vaginismus.

Dokter menyebut alat tersebut dengan sebutan dilator.

Dilator adalah alat pelebar vagina.

Alat ini digunakan untuk pengobatan vaginismus.

Ilustrasi vaginismus yang memengaruhi kehidupan seksual dalam rumah tangga
Ilustrasi vaginismus yang memengaruhi kehidupan seksual dalam rumah tangga (Tribunnews.com)

Yang memasukkan dilator ke dalam vagina adalah pasangannya.

Dokter akan melakukan supervisi dari pelaporan setiap minggu.

Dokter juga akan memberikan obat anti cemas.

Jika diperlukan juga akan ada hipnoterapi.

Namun alat yang dimasukkan mulai dari ukuran terkecil, misalnya mulai dari diameter 1 cm, kemudian diameter 3 cm, hingga 7 cm.

Baca juga: Dokter Spesialis Gigi Jelaskan secara Anatomi Gigi Pria Lebih Tajam Dibanding Perempuan

Baca juga: Dokter Spesialis Gigi Jelaskan Kerapuhan Gigi Bisa Disebabkan Faktor Kebiasaan dan Hormon

Jadi penggunaan dilator secara bertahap untuk mengalami penetrasi.

Penggunaan alat tersebut di rumah.

Dokter hanya akan memberitahukan tekniknya saja, kemudian sang suamilah yang mengerjakannya.

Apabila pasien sudah mengalami relaksasi, pasien sudah bisa untuk menerima penetrasi penis suami, dilator akan dipakai lagi.

Hal ini tergantung pada pasangan, dukungan dari pasangan, dan keterbukaan atau kerelaan dari wanita yang menderita.

Penjelasan Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program LIVE Talkshow Edukasi Seksual edisi 21 Agustus 2020.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved