Breaking News:

Hati-hati, Pasien yang Sudah Negatif COVID-19 Bisa Terkena Badai Sitokin, Simak Penjelasan Dokter

Sitokin adalah suatu protein yang akan diproduksi oleh sel-sel yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh.

batam.tribunnews.com
Ilustrasi badai sitokin pasien COVID-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Kata badai biasa diartikan sebagai suatu kejadian yang berat, besar atau meluas.

Sitokin adalah suatu protein yang akan diproduksi oleh sel-sel yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh.

Dilansir Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Pulmonologi, dr. Rita Khairani, Sp.P dalam tayangan YouTube KOMPASTV edisi 10 Mei 2021 tentang badai sitokin.

Sitokin akan dibentuk ketika ada suatu zat atau senyawa yang disebut sebagai antigen.

Antigen itu bisa virus, bisa bakteri, bisa jamur, bisa protozoa, bisa juga antigen yang berasal dari tubuh sendiri.

Di mana masyarakat tahunya sebagai penyakit autoimun.

Baca juga: Bahaya Kanker Kulit, Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghindarinya? Simak Penjelasan Dokter

Baca juga: Mengenal Mochi Skin, Tren Kecantikan Asal Jepang Bersama Dokter Handayani

Lantas, apa penyebab munculnya badai sitokin pada pasien COVID-19?

Pada kasus COVID-19 yang menjadi antigen adalah virus SARS-CoV-2.

Virus yang masuk ke dalam tubuh akan menempel pada reseptor atau pengikatnya.

Ketika virus menempel, tubuh akan mengenali.

Ilustrasi badai sitokin
Ilustrasi badai sitokin (tribunkaltimwiki.tribunnews.com)

Sel-sel akan terlibat bergantung pada lokasi yang terkena.

Pada pasien COVID-19 yang terkena adalah saluran nafas atas mulainya.

Pada saat di hidung, tubuh sudah mulai mengenali.

Kemudian turun lagi ke saluran nafas.

Bahkan ke paru-paru.

Sebenarnya pada saat itu tubuh berusaha mengenali antigen tersebut.

Proses pengenalan tersebut, sel-sel yang terlibat akan mengeluarkan sitokin.

Nah, lantas mengapa bisa terjadi badai?

Ternyata virus yang masuk mungkin dalam jumlah yang besar, yang banyak.

Sehingga sitokin yang keluar juga besar.

Halaman
1234
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved