Breaking News:

Risiko Gigi Tanggal Akibat dari Periodontitis, Berikut Beberapa Penyebabnya

Gigi tanggal atau gigi copot dari gusi umumnya terjadi pada masa anak-anak, tetapi remaja dan orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Penulis: Irma Rahmasari | Editor: Ekarista Rahmawati
jatim.tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNHEALTH.COM - Periodontitis adalah infeksi pada gusi yang berakibat terjadinya kerusakan pada gigi, jaringan lunak, dan penyangga gigi.

Periodontitis bisa terjadi akibat dari komplikasi pada radang gusi atau gingivitis yang tidak diobati.

Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya periodontitis:

- Gusi berdarah

- Radang gusi atau gingivitis

- Gigi berlubang

- Karang gigi

Baca juga: Apakah Seseorang yang Memiliki Gigi Tidak Rapi Bisa Melakukan Veener Gigi?

Baca juga: Jangan Asal Pasang Kawat Gigi, Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Ilustrasi - gigi copot
Ilustrasi - gigi copot (womentalk.com)

Karang gigi yang menumpuk bisa menyebakan gingivitis dan akan berisiko pada gigi tanggal.

Karang gigi sering terjadi pada gigi bagian bawah.

Jika pada kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, maka jaringan pada sekitar gusi akan rusak dan akan menyebabkan gigi tanggal.

2 dari 4 halaman

"Periodontitis terbagi menjadi dua macam, yaitu periodontitis kronis dan periodontitis agresif," jelas drg. Aprilia Denta.

Periodontitis kronis bisa disebabkan karena adanya penyakit seperti diabetes melitus, HIV, stres, dan perokok berat.

"Terjadinya gigi tanggal di bagian depan akibat dari penyakit diabetes melitus," terang drg. Aprilia Denta.

Baca juga: Mengenal Impaksi Gigi, Apakah Harus Dicabut Atau Tidak? Simak Ulasan Dokter

Baca juga: Gigi Kuning, Apakah Bahaya Atau Tidak? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Karena penderita diabtes melitus akan mengalami kerusakan pada jaringan gigi.

Hal ini ditandai dengan adanya gigi yang goyang.

Biasanya periodontitis kronis terjadi pada orang dewasa pada usia 35 tahun ke atas.

Sedangkan periodontitis agresif sering terjadi pada remaja yang berusia di bawah 30 tahun.

Pada periodontitis agresif biasanya disebabkan karena faktor genetik.

Baca juga: Mengenali Penyebab Gigi Maju atau Gigi Tonggos Menurut Medis

Baca juga: Dilihat dari Sisi Medis, Apakah Aman Sikat Gigi Menggunakan Lemon dan Baking Soda?

Berikut adalah beberapa gejala terjadinya periodontitis:

- Nyeri saat mengunyah

3 dari 4 halaman

- Jarak antar gigi terasa renggang

- Penumpukkan plak pada karang gigi

- Gusi bengkak dan mudah berdarah

- Napas berbau tidak sedap

Periodontitis bisa menyebabkan gigi menjadi goyang.

Baca juga: Ini Solusi Hilangkan Karang Gigi yang Menebal Meski Sudah Dibersihkan

Baca juga: Bagaimana Tahapan Kunjungan ke Dokter Gigi saat Pandemi?

Ilustrasi nyeri gigi akibat bengkak
Ilustrasi nyeri gigi akibat bengkak (manado.tribunnews.com)

Seseorang yang giginya sudah mulai goyang tidak akan nyaman.

"Apabila pada kesehatan gigi dan mulut sudah mulai ada gusi berdarah, nyeri, linu, sebaiknya segera menemui dokter gigi," ungkap drg. Aprilia Denta.

"Pemeriksaan gigi bisa dilakukan secara berkala, sekitar 6 bulan sekali. Tetapi apabila sudah terjadi gejala seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya segera ke dokter," terang drg. Aprilia Denta.

Baca juga: Mengatasi Trauma Anak Terhadap Dokter Gigi Bersama Dokter Gigi drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Baca juga: Memahami Masalah Gigi Hitam pada Anak Bersama Dokter Gigi drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Risiko terjadinya periodontitis adalah sebagai berikut:

- Terjadi pergeseran pada gigi

4 dari 4 halaman

- Infeksi pada tulang rahang

- Terjadi abses pada gigi

- Gigi goyang atau tanggal

Baca juga: Benarkan Gigi Pria Lebih Rapuh dari Gigi Wanita?

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini Menurut drg Nodika Herda

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Selanjutnya
Tags:
drg. Aprilia DentaPeriodontitisKesehatan gigi
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved