Breaking News:

Jangan Asal Pasang Kawat Gigi, Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Penggunaan kawat gigi yang tidak tepat akan menimbulkan berbagai masalah pada gigi bahkan sampai pada kelainan sendi.

NET
Ilustrasi - Penggunaan kawat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kawat gigi atau yang dikenal dengan behel merupakan alat yang digunakan untuk merawat pasien dengan keluhan gigi tidak rapi.

Namun saat ini, masih banyak masyarakat yang menggunakannya sebagai fashion atau hanya sedekar gaya-gayaan.

Bahkan banyak yang mamasang kawat gigi tanpa dilakukan oleh dokter spesialis merapikan gigi atau spesialis ortodonti.

Bagaimanakan tahapan yang benar saat menggunakan behel atau kawat gigi?

Lalu bagaimana jika menggunakan behel hanya untuk gaya-gayaan?

Baca juga: Tambal Gigi Itu Seperti Apa Dok?

Baca juga: Berbagai Dampak Bila Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Berpuasa

Ilustrasi - Penggunaan kawat gigi
Ilustrasi - Penggunaan kawat gigi (TribunJateng.com)

Dilansir dari Youtube Tribun Timur, Dr drg Edy Heriyanto Habor SpOrt (K), dokses Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjelaskan terkait penggunaan kawat gigi atau behel.

Kawat gigi adalah alat yang digunakan untuk merawat pasien dengan keluhan gigi yang tidak rapi atau berantakan.

Umur yang tepat untuk penggunaan kawat gigi, yaitu sedini mungkin.

Dimulai dari gigi tetapnya yang sudah mulai tumbuh, yaitu sekitar umur 11 tahun.

Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang memiliki profesi atau keahlian dalam pemasangan kawat gigi, yaitu pada dokter spesialis ortodonti.

Baca juga: Hindari Masalah Periodontitis pada Gigi dengan Menjaga Kesehatan Gigi

Baca juga: Cara dan Waktu Menyikat Gigi yang Benar Agar Tak Batalkan Puasa

Karena, profesi ortodonti mempunyai keahlian dan kompetensi yang cukup untuk merawat pasien dengan keluhan gigi yang tidak rapi.

Prosedur pemasangan kawat gigi atau behel menurut drg Edy Heriyanto Habor sebagai berikut:

1. Melakukan pencetakan gigi

Pencetakan gigi ini dilakukan untuk mengetahui atau untuk menganalisa keadaan gigi geligi.

2. Pemeriksaan rontgen foto

Dilakukan pemeriksaan rontgen foto panoramik untuk melihat keseluruhan gigi bagaimana posisi akarnya dan bagaimana keadaan gigi molar ketiganya.

3. Foto Sefalometri

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah kelainan pada pasien yang akan memasang kawat gigi memiliki kelainan tulang, kelainan pada gigi, atau melibatkan kelainan tulang dan giginya sekaligus.

Baca juga: Ini Solusi Hilangkan Karang Gigi yang Menebal Meski Sudah Dibersihkan

Baca juga: Berapa Lama Gigi Ditambal Bisa Bertahan Dok?

4. Melakukan foto ekstra oral

Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi profil dari pasien.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved