Breaking News:

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini Menurut drg Nodika Herda

Kesehatan gigi dan mulut harus dijaga sedini mungkin karena jika abai dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak bisa menyebabkan karies gigi.

Penulis: Irma Rahmasari | Editor: Ekarista Rahmawati
Tribunnews.com
Ilustrasi gigi berlubang pada anak-anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Kesehatan gigi pada anak merupakan hal yang sangat penting diperhatikan.

Karena nantinya akan berpengaruh pada tumbuh kembang seorang anak.

Gigi susu pada anak akan mulai tumbuh pada usia 6 bulan.

Ketika gigi susu pada anak sudah mulai keluar, orang tua bisa memulai untuk melakukan perawatan gigi pada anak tersebut.

Perawatan gigi bisa dilakukan oleh orang tua di rumah dan bisa juga dilakukan perawatan ke dokter gigi.

"Sebenarnya sebelum gigi anak tumbuh, orang tua bisa melakukan perawatan pada gusi anak," ungkap Dokter Gigi, drg Nodika Herda.

Baca juga: Mengenal Impaksi Gigi, Apakah Harus Dicabut Atau Tidak? Simak Ulasan Dokter

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Gigi Saat Bulan Puasa? Simak Tips Berikut Ini

Ilustrasi sakit gigi pada anak-anak
Ilustrasi sakit gigi pada anak-anak (Tribunnews.com)

"Karena bayi mengkonsumsi asi dan susu formula, apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan masalah juga ke rongga mulut si bayi," lanjutnya.

"Jadi setelah anak minum asi atau susu formula, gusinya bisa dibersihkan dengan kasa."

"Caranya yaitu kasa lembut dibasahi dengan air, bisa dengan air hangat dan dibersihkan ke rongga mulutnya," terang drg Nodika Herda.

Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan tidak terjadi masalah gigi pada anak.

2 dari 4 halaman

Masalah yang akan timbul pada gigi anak apabila orang tua tidak aware atau menyepelekan kebersihan gigi sejak dini akan terjadi gigi berlubang atau karies gigi.

Karies gigi adalah hal yang paling umum yang terjadi pada anak.

Baca juga: Benarkan Gigi Pria Lebih Rapuh dari Gigi Wanita?

Baca juga: Dilihat dari Sisi Medis, Apakah Aman Sikat Gigi Menggunakan Lemon dan Baking Soda?

Karies tersebut bisa tergolong ringan atau sudah parah sampai berlubang dan menimbulkan sakit.

Masalah karies gigi bisa terjadi pada anak sejak tumbuhnya gigi pada anak.

"Tetapi lebih sering terjadi, ketika anak sudah memulai makan-makanan yang padat, makan coklat dan yang manis-manis," terang drg Nodika Herda.

Cara merawat gigi anak sejak dini harus diajarkan oleh orang tua.

Orang tua harus mengajarkan tentang kebersihan gigi dan mulut kepada anaknya.

"Mengajarkan kesehatan gigi dan mulut pada anak harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan, agar anak-anak tidak merasa terpaksa melakukan sikat gigi," jelas drg Nodika Herda.

Baca juga: Tips Mencegah Gigi Berlubang pada Anak Sejak Dini, Simak Penjelasan Dokter Berikut

Baca juga: Ini Sederet Penyebab Gigi Sensitif, Dokter Jelaskan Beda Sebab Beda Penanganan

"Orang tua harus mendampingi anaknya untuk menyikat gigi, agar kebersihan gigi pada anak bisa maksimal."

Dilansir dari Youtube TribunPekanbaru, berikut adalah tips menyikat gigi dengan benar menurut drg Nodika Herda:

3 dari 4 halaman

- Menyikat gigi dengan benar bisa dimulai dengan menyikat gigi dari gigi atas kemudian ke arah bawah.

- Menyikat gigi di bagian gigi samping dilakukan dengan cara memutar, sikat gigi di miringkan 45 derajat dan menyikat giginya dilakukan seperti memijat.

- Untuk menyikat gigi pengunyahan (gigi bagian dalam rongga) bisa dilakukan dengan cara maju mundur.

- Bagian dalam juga disikat dengan cara menyikat dari gusi ke gigi

- Begitu juga dengan gigi bagian bawah, menyikatnya dilakukan dengan cara yang sama seperti gigi atas.

- Lidah juga perlu disikat, dengan cara menyikat dari belakang ke depan.

- Berkumur

Ilustrasi merawat gigi
Ilustrasi merawat gigi (Pixabay.com)

Tips menyikat gigi untuk anak-anak:

- Harus ada pendampingan orang tua

- Sikat gigi harus menggunakan sikat gigi anak-anak

4 dari 4 halaman

- Menggunakan pasta gigi anak

- Seluruh permukaan gigi harus tersikat dengan baik

- Menyikat gigi maksimal dilakukan 2 menit

- Menyikat gigi dimulai dari arah gigi ke gusi

- Menyikat gigi pada bagian samping dilakukan secara memutar

Baca juga: Apakah Makan Panas dan Minum Dingin Benar-benar Bisa Sebabkan Gigi Sensitif?

Baca juga: Ini Tips Memilih dan Menyikat Gigi dengan Benar, Jika Terlalu Keras Justru Bisa Bikin Gigi Terkikis

"Banyak orang tua di rumah yang membawa anaknya ke dokter gigi ketika anaknya merasakan sakit gigi," ungkap drg Nodika Herda.

"Padahal sebelum anaknya merasa sakit, orang tua sudah harus wajib membawa anaknya ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali ketika anak sudah umur 1 tahun," lanjutnya.

Hal ini bisa dilakukan orang tua untuk memberikan edukasi kepada anaknya agar anak tidak takut untuk pergi ke dokter gigi.

Cara mencegah masalah gigi pada anak-anak:

1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Melakukan sikat gigi kurang lebih 2 kali sehari.

Pagi setelah sarapan pagi, dan malam menjelang mau tidur.

Karena penyebab karies sendiri bukan hanya dari makanan saja, tetapi juga dari sisa-sisa makanan yang menyebabkan bakteri di mulut yang dapat merubah menjadi asam.

Jika dalam rongga mulut menjadi asam, mineral-mineral yang ada di dalam rongga mulut menjadi larut dan menyebabkan karies.

Baca juga: Apa Itu Dental Floss? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Baca juga: Waspada, Karang Gigi Bisa Terkena pada Balita, Ini Penjelasan Dokter

2. Menjaga makanan

Hampir semua makanan bisa menyebabkan karies gigi.

Tetapi yang memiliki risiko tinggi adalah makanan yang manis atau makanan yang lengket, seperti permen dan coklat.

Untuk menjaga dari karies gigi, anak-anak disarankan minum air putih atau berkumur agar sisa-sisa makanannya tidak menempel lama di gigi.

Tanda-tanda karies gigi menurut drg Nodika Herda:

- Berawal dari adanya titik putih pada gigi

- Kemudian berubah menjadi coklat

- Berubah menjadi hitam

- Terjadilah kavitas atau lubang gigi

- Jika sudah mencapai saraf gigi, itu yang membuat anak mengeluh karena sakit

Baca juga: Mouthwash Tak Bisa Digunakan sebagai Pertolongan Pertama Sakit Gigi, Lebih Baik Hubungi Dokter

Baca juga: Apakah Gigi Tonggos Bisa Disebabkan karena Kecelakaan? Berikut Ulasan Dokter

Gigi susu berfungsi sebagai penuntun untuk gigi tetap atau gigi permanen tumbuh.

Apabila gigi susu sudah mulai goyang, maka akar pada gigi susu akan mulai hilang dan akan digantikan dengan gigi tetap.

Anak-anak yang mengalami gigi berlubang pada saat gigi susu, tidak akan berpengaruh pada gigi permanennya.

Asalkan saat tumbuh gigi permanen, gigi tersebut dirawat dengan baik.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Selanjutnya
Tags:
drg. Nodika Herdakesehatan gigi dan mulutkaries Jembatan Sikatak
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved