Breaking News:

Mengenal 4 Derajat Ereksi Pria dari Sudut Pandang Medis, Paling Top Seperti Mentimun

dr Binsar Martin Sinaga menjelaskan derajat ereksi paling tinggi pria bisa sekeras mentimun

pixabay.com
Ilustrasi Pisang 

TRIBUNHEALTH.COM - Medical sexologist dr Binsar Martin Sinaga berbicara soal turunnya derajat ereksi pada pria.

Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama Tribunnews, yang ditayangkan di YouTube pada 13 Oktober 2020.

"Penurunan hormon testosteron akan disertai juga dengan penurunan derajat ereksi," katanya.

"Derajat empat itu seperti timun kan? Lalu derajat tiga itu seperti pisang."

"Derajat dua sosis, derajat satu seperti tape," kata dr Binsar menjelaskan derajat ereksi.

"Jadi makin ke bawah makin lembek."

Menurut dr Binsar, penurunan kadar testosteron akan equal dengan turunnya derajat ereksi.

Baca juga: Medical Sexologist Bagikan Tips Hentikan Kebiasaan Onani, Benar-benar Bisa Sebabkan Ejakulasi Dini?

Baca juga: Ahli Gizi Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Suplemen, Cukup Penuhi Kebutuhan Vitamin dari Makanan Alami

Ilustrasi ereksi tidak maksimal
Ilustrasi ereksi tidak maksimal (pixabay.com)

"Apa lagi di bawah 400, pasti ereksi juga akan turun."

Kasus seperti ini cukup sering ditemui oleh dr Binsar.

Katanya, biasanya pria dengan kasus seperti itu akan mengeluhkan soal ereksi yang tidak bisa bertahan lama.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

dr Binsar lalu mulai menjelaskan dari sisi patofisiologinya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat ereksi tidak bisa bertahan lama.

"Jadi patofisiologi itu perjalanan mengapa ereksinya kok ga bisa bertahan lama," jelasnya.

"Kita tahu pembuluh darah dalam penis itu arteri. Pembuluh darah itu mengisi 100 persen rongga di dalam organ reproduksi pria."

Baca juga: Tips Dokter Biar Perut Tak Begah Saat Buka Puasa Ramadhan, Jangan Langsung Makan Besar

Baca juga: Santan Kelapa Bisa Bikin Kolesterol Naik, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Ini

Ilustrasi Pisang
Ilustrasi Pisang (pixabay.com)

"Lalu, pada saat muncul yang namanya libido atau dorongan seksual, maka darah itu didorong masuk ke dalam penis."

"Dorongan ini didorong oleh yang namanya libido. Libido diatur oleh hormon testosteron."

"Pada waktu hormon testosteron ini drop, kita bisa bayangkan seberapa banyak darah yang mengalir ke penis akan berkurang."

"Itu baru libidonya. Belum lagi nanti bicara pembuluh darah yang sudah rusak."

"Karena diabetes, kolestrol, atau yang namanya hipertensi."

"Nah kita baru bicara dorongan darah, belum bicara kerusakan pembuluh darahnya. Jadi complicated sebenarnya"

"Jadi saya katakan ereksi yang tak bertahan lama, akan membuktikan bahwa tubuh seorang pria sudah tidak lagi bugar."

(TribunHealth.com)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved