Breaking News:

Santan Kelapa Bisa Bikin Kolesterol Naik, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Ini

Santan kelapa disebut-sebut sebagai penyebab kolestrol, ini penjelasan dokter

pixabay.com
Ilustrasi santan kelapa 

TRIBUNHEALTH.COM - Rupanya kelapa yang disebut-sebut sebagai penyebab kolestrol hanya mitos belaka.

Hal itu disampaikan dokter ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen.

dr Tan menampik jika santan merupakan penyebab kolestrol.

"Kolestrol itu datangnya dari hewan, yang juga bisa punya hati. Sama kaya manusia. Tumbuh-tumbuhan itu ngga punya liver. Ngga punya hati, jadi mustahil dia bikin kolestrol," kata dr Tan dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews.com.

Yang menjadi masalah adalah, ketika seseorang sudah memiliki masalah kesehatan lalu menjadikan santan sebagai bahan baku.

"Pada akhirnya itu membuat liver anda membuat lebih banyak kolestrol, saya setuju."

Baca juga: Jangan Lebih, Ini Penjelasan Dokter Soal Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak dalam Sehari

Baca juga: Tak Melulu Lemak, Perut Buncit Juga Bisa Terjadi karena Kembung, Salah Satu Pemicunya Lalapan

Ilustrasi - hati/liver
Ilustrasi - hati/liver (pixabay.com)

"Karena 80 persen kolestrol kita dari diri sendiri, bukan dari makanan."

"Tidak dibekukan pun, kalau dibuat dengan cara yang tidak elok, tentu akan berbahaya."

Dalam wawancara tersebut, dia juga menyoroti soal makanan dalam kemasan atau yang kerap disebut makanan ultra proses.

"Belakangan ini kita kenal yang namanya makanan kemasan. Nah kalau di Barat, mereka itu lebih senang mengggunakan istilah ultra proses," jelas dr Tan.

2 dari 2 halaman

"Ultra proses itu sebetulnya adalah suatu cara untuk memproduksi makanan, tetapi dengan melakukan intervensi yang banyak sekali."

"Dan salah satunya yang memprihatinkan adalah penambahan gula, garam, lemak, dan juga dengan penambahan zat-zat tertentu, yang membuat makanan ini enak secara cita rasa, enak dipandang, dan awet, bertahan di rak supermarket berbulan-bulan."

Baca juga: Siapa Sangka, di Balik Rasa yang Enak, Makanan Ultra Proses Ternyata Punya Sifat Adiktif

Baca juga: Dokter Jelaskan 4 Klasifikasi Tekanan Darah Rendah, Salah Satunya Gara-gara Kerusakan Sistem Syaraf

Ilustrasi makanan ultra proses
Ilustrasi makanan ultra proses (pixabay.com)

"Tolong diingat kita pasti memproses makanan kita. Dapur, masak, itu proses. Tapi kalau ultra proses, istilahnya makanan yang diproses kebangetan."

"Sehingga roti yang kita produksi di rumah, kita ngga bisa mengatakan itu ultraproses."

Dokter Tan memberi contoh ketika memasak mie atau roti sendiri, maka maksimal bisa bertahan sekitar dua hari.

Sementara produk olahan ultra proses bisa bertahan jauh lebih lama.

Pasalnya, sudah ada pengawet dalam makanan tersebut.

"Nah, bayangkan jika ini dikonsumsi anak-anak kecil. Ini akan menjadi ancaman besar"

Namun perlu digarisbawahi, makanan ultra proses tetap berbahaya bagi orang dewasa sekali pun.

Baca juga: Apakah Frozen Food Aman Dimakan Terus-terusan? Simak Penjelasan Dokter Ahli Gizi Berikut Ini

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved