TRIBUNHEALTH.COM - Nastar merupakan salah satu kue kering khas lebaran Idul Fitri.
Saat lebaran, kue ini banyak dijadikan sebagai hidangan meja untuk menjamu tamu.
Namun benarkah kalori nastar lebih tinggi daripada nasi putih?
Tentu saja, hal ini tergantung ukuran porsinya.
Namun secara umum nastar memang tinggi kalori dan tidak boleh dikonsumsi berlebihan.
Kandungan kalori nastar terungkap dalam buku Do’s & Don’t’s Street Food: Jurus Jitu Jajan Sehat di Luar Rumah agar Tetap Langsing & Fit (2012) oleh Hindah Muaris & Gagas Ulung.
Baca juga: Kalender, Jadwal Libur, dan Cuti Bersama Idul Fitri 2024, PNS dan Pegawai Swasta Aturannya Beda!

1. Kandungan Kalori
Dilansir Kompas.com, kandungan kalori pada kue nastar yang tersusun dari 4 gram telur ayam, 25 gram margarin, 25 gram terigu, 5 gram gula pasir, dan 5 gram nanas, bisa mencapai 281 Kkal.
Nastar dalam porsi tersebut nilai kalorinya lebih tinggi dari satu porsi nasi putih 100 gram (7-8 kali sendok makan).
Baca juga: Mengenal 10 Manfaat Biji Adas, Kontrol Gula Darah, Turunkan Kolesterol, dan Mencegah Stroke
2. Kandungan Kolesterol
Selain tinggi kalori, nastar juga tinggi kolesterol.
Kue nastar yang dibuat dari 4 gram telur ayam, 25 gram margarin, 25 gram terigu, 5 gram gula pasir, dan 5 gram nanas, kandungan kolesterolnya bisa mencapai 53 mg.

3. Batas Konsumsi Nastar
Karena kandungan gula yang cukup tinggi, maka batasi konsumsi kue nastar 2-3 buah (10-15 gram) per hari.
Selain itu, agar lebih sehat, pilih nastar yang menggunakan selai dengan buah asli.
Berita Berikutnya: Selain Gorengan, 8 Makanan Tinggi Kolesterol dan Perlu Dihindari

Kolesterol tidak selalu buruk untuk kesehatan.
Tubuh memiliki kolesterol baik atau HDL serta kolesterol buruk alias LDL.
Kolesterol LDL inilah yang kadarnya perlu dibatasi agar tidak menyebabkan masalah kesehatan.
Kadar kolesterol jahat terlalu tinggi dapat menyumbat arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini adalah dengan mengatur pola makan.
Kanal kesehatan NDTV melansir, ada sederet makanan sehari-hari yang memiliki kolesterol jahat tinggi.
Dengan demikian makanan berikut ini perlu dihindari.
1. Daging olahan atau ultraproses

Berbagai daging beku dan kemasan telah melalui proses panjang untuk meningkatkan umur simpannya.
Beberapa contoh daging olahan adalah sosis, hot dog, bacon, kebab beku, dan sebagainya.
2. Junk food
Junk food mengacu pada berbagai makanan ultraproses yang sering kali siap disantap.
Makanan ini termasuk keripik, nacho, coklat susu, soda, minuman rasa buah, dan lain-lain.
Kategori ini juga dapat mencakup popcorn siap makan.
Baca juga: Anak Ketagihan Junk Food Rawan Terkena Diabetes, Lakukan Ini agar Kecanduan Hilang
3. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng dengan minyak sangat buruk bagi kesehatan dan kolesterol Anda.
Makanan ini juga menyebabkan obesitas.
Makanan yang digoreng tidak sehat untuk semua orang, lebih baik menggunakan makanan yang dipanggang dan digoreng sebagai alternatif.

4. Makanan penutup
Kebanyakan makanan penutup mengandung banyak gula, mentega, digoreng, atau diolah dengan bahan pengawet lain yang dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh Anda.
Anda harus menghindari makanan seperti es krim, kue, kue kering, donat, dan sebagainya.
5. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji kaya akan berbagai komponen yang meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh.
Mereka juga mungkin meningkatkan risiko terkena obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan lain-lain.
Baca juga: Minuman yang Perlu Dihindari Pengidap Kolesterol, Tak Boleh Makan Es Krim?
6. Domba
Seperti dibahas di atas, daging merah termasuk daging domba, sering kali mengandung lemak jenuhnya yang tinggi.
Pastikan untuk mengonsumsinya dalam porsi lebih kecil.
7. Jeroan
Jeroan dikenal dan dikonsumsi karena nilai gizinya yang sangat tinggi.
Namun, makanan ini juga kaya akan lemak dan harus dihindari oleh orang dengan LDL tinggi.

8. Unggas (jika dimakan dengan kulitnya)
Makanan unggas adalah alternatif yang jauh lebih sehat daripada daging merah untuk mendapatkan protein, terutama bagi orang dengan kolesterol jahat tinggi.
Namun, Anda harus menghindari mengonsumsi unggas dengan kulitnya karena mungkin tidak sehat.
(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)