TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini kesehatan mental mulai menjadi perhatian.
Bahkan tak sedikit yang meminta pertolongan ahlinya jika dirasa ada masalah dengan kesehatan mentalnya.
Orang yang memiliki gangguan mental biasanya memiliki kesulitan untuk melakukan hal-hal kecil.
Terlebih ketika mereka mengalami depresi, mereka cenderung terlihat malas sehingga banyak pekerjaan yang terbengkalai.
Sehingga tak sedikit orang yang menganggap penderita gangguan mental memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.
Namun, apa benar penderita gangguan mental memiliki tingkat kecerdasan yang rendah?
Baca juga: dr. Zaidul Akbar Imbau Tidur Malam Jam Segini, Bagus untuk Kesehatan & Dicontohkan Rasulullah
Ternyata, penderita gangguan mental tak selalu memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.
Bahkan ada beberapa penderita gangguan mental yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Kecerdasan sendiri bukan sesuatu yang munduh untuk didefinisian.

Kecerdasan mungkin bisa diukur melalui tes kecerdasan (IQ) namun skor tersebut tak sepenuhnya memperhitungkan kecerdasan emosional, pengalaman belajar, perbedaan budaya, status kesehatan, akses terhadap pendidikan, dan masih ada hal lain lagi.
Dilansir dari Medical News Today, depresi bisa mempengaruhi konsentrasi, kesehatan fisik, dan kulitas hidup secara keseluruhan.
Faktanya, depresi lebih menyerang pada orang dengan tingkat inteligensi yang tinggi.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Intelligence pada tahun 2017, peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan tingkat inteligensi yang lebih tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita berbagai gangguan kesehatan mental yang serius.
Riset tersebut dilakukan dengan cara mensurvei 3.715 anggota Mensa, yang merupakan organisasi yang berisi kumpulan orang-orang dengan IQ tinggi di dunia.
Baca juga: Penyebab Sulit Hamil Bisa dari Siklus Haid Tidak Teratur? Ini Kata Obgyn
Hasilnya menunjukkan bahwa 26,8 persen anggota Mensa mengalami gangguan suasana hati, 20 persen mengalami gangguan kecemasan, 7,4 mengalami ADHD, dan 1,2 persen anggota mengalami autisme.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita gangguan kesehatan mental tidak selalu memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.