Breaking News:

Trend dan Viral

Rekam Jejak Susanto, Lulusan SMA Jadi Dokter Gadungan Sejak 2006, Pernah Jabat Direktur RS Grobogan

Susanto yang hanya lulusan SMA ini juga pernah bekerja di RS Habibullah di Jalan Raya Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin | Editor: Ahmad Nur Rosikin
Freepik.com
Ilustrasi dokter gadungan, berkali-kali menipu, bahkan sempat menjabat sebagai direktur RS 

TRIBUNHEALTH.COM - Kedok Susanto sebagai dokter gadungan terbongkar ketika dirinya ingin memperpanjang kontrak di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu, Jawa Tengah.

Padahal dirinya sudah dua tahun bekerja di tempat tersebut dengan cara memalsukan identitas.

Namun, rupanya ini bukan kali pertama Susanto menjadi dokter gadungan.

Tercatat dirinya sudah berkali-kali menyamar sebagai dokter sejak 2006.

Bahkan, dia pernah sampai mengemban jabatan direktur di sebuah rumah sakit di Grobogan.

Dilansir TribunHealth.com dari Kompas.com, berikut ini update kasus dokter gadungan Susanto, beserta rekam jejak penipuannya.

Baca juga: VIRAL Malaysia Jiplak Lagu Halo-halo Bandung jadi Halo Kuala Lumpur, Lirik dan Nadanya Persis

PT PHC akui kecolongan

Ilustrasi dokter gadungan
Ilustrasi dokter gadungan (Pixabay)

Terkait hal ini, PT. Pelindo Husada Citra (PHC), yang merekrut Susanto angkat bicara.

Pihaknya tak menampik telah kecolongan.

Bahkan mereka sudah memberikan sanksi kepada staff yang bertanggung jawab saat seleksi Susanto.

2 dari 4 halaman

Susanto dinyatakan lulus seleksi wawancara yang digelar virtual. Terdakwa pun mulai bekerja dan dikontrak dua tahun mulai Juni 2020 di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu.

Selama bekerja, terdakwa juga mendapatkan gaji Rp 7,5 juta per bulan serta tunjangan lainnya, dilansir Kompas.com.

Baca juga: Guru SMP Jual Laptop dan PC Sekolah untuk Judi Online, Siswa Jadi Tak Punya Alat untuk Ujian ANBK

Dirut: Susanto tak pernah melayani pasien umum

Direktur Utama RS PHC dr Sunardjo menegaskan Susanto tidak pernah sekali pun ditempatkan untuk melayani pasien umum di Rumah Sakit PHC Surabaya.

"Yang bersangkutan tidak pernah melayani pasien umum di RS PHC," kata Sunardjo dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.

Dia menjelaskan Susanto pekerja waktu tertentu yang ditempatkan di Klinik K3 pada perusahaan yang beroperasi di Area Jawa Tengah (Jateng).

"Pekerjaan utamanya pada aspek preventif dan promotif atau tidak melakukan tindakan medis dan pemberian resep obat, serta pemeriksaan kesehatan dasar kepada pekerja yang dibantu oleh Perawat Hiperkes dan atas supervisi Dokter Hiperkes Perusahaan," jelas dia.

Pihaknya meminta maaf kepada publik atas peristiwa tersebut dan berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan medis kepada pasien.

"Terkait proses hukum yang sudah berjalan di Pengadilan, Manajemen PT PHC akan bersikap kooperatif dan mendukung proses hukum," pungkasnya.

Baca juga: Sarapan Penting untuk Penderita Diabetes, Menu yang Tepat Bisa Mencegah Lonjalan Gula Darah

Berkali-kali jadi dokter gadungan

Santoso (atas kiri) menjalani sidang kasus dokter gadungan.
Santoso (atas kiri) menjalani sidang kasus dokter gadungan. (dok Sidang di PN Surabaya)
3 dari 4 halaman

Corporate Secretary PT. PHC Surabaya, Imron Soewono menemukan fakta bahwa Susanto merupakan resedivis.

Hal itu diketahui ketika Susanto melakukan perpanjangan kontrak di bulan April-Mei 2023.

Ketika itu, pihak PT PHC tengah mencari informasi mengenai nama samaran yang digunakan oleh Susanto, yakni dr Anggi Yurikno.

Akhirnya ditemukan identitas asli pria lulusan SMA tersebut.

"Kami pernah baca artikelnya pada salah satu media, yang bersangkutan itu sudah pernah ditahan selama empat tahun," kata Imron, ketika dikonfirmasi melalui pesan, Rabu (13/9/2023).

Bahkan, kata Imron, Susanto pernah menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah Kalimantan, dan tercatat sempat menjadi direktur salah satu rumah sakit.

"Menemukanlah data kasus 2011 dan sebelumnya pernah jadi kepala UPT, kepala direktur rumah sakit, ternyata beliau ini residivis," jelasnya.

Dengan demikian, Imron menyebut, PT. PHC bukan satu-satunya perusahaan yang menjadi korban kejahatan itu.

Namun, Susanto memang kerap melakukan aksi serupa di berbagai tempat.

"Beliau ini sudah sering sekali melakukan penipuan seperti ini dan ini bukan yang pertama. Bahkan pernah di rumah sakit pemerintah juga," ujar dia.

Baca juga: Atlet Tinju Jawa Timur Meninggal saat Pertandingan Porprov, Status Terakhir: Ingin Banggakan Mama

4 dari 4 halaman

Rekam jejak Susanto: pernah jadi direktur RS

Ilustrasi dokter gadungan
Ilustrasi dokter gadungan (Freepik.com)

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Sugeng Subagyo memaparkan rekam jejak Susanto kepada Kompas.com, berikut ini rinciannya.

1. Pernah bekerja di RS Gunung Sawo

Pada 23 Maret 2011 lalu, Polres Kutai Timur pernah melakukan pengecekan langsung di RS Gunung Sawo, mengenai status tersangka yang pernah bekerja selama 2 bulan dari Februari hingga April 2008.

2. Jadi Dirut RS di Grobogan

Susanto yang hanya lulusan SMA ini juga pernah bekerja di RS Habibullah di Jalan Raya Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jawa Tengah.

AKP Sugeng Subagyo yang memimpin tim penyidik yang membawa tersangka dokter gadungan, Susanto, melakukan penelusuran ke rumah M. Abdul Rauf, selaku Ketua Yayasan RS Habibullah.

Diketahui Susanto pernah diangkat sebagai Dirut tahun 2008.

Setelah itu ia pamit ke Surabaya, dan tidak muncul lagi.

3. Dokter Puskesmas di Grobogan

Saat menjadi Dirut RS Habibullah, Susanto juga merangkap sebagai dokter di Puskesmas Gabus di Jalan Raya Sulursari, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Pekerjaan itu dilakukan pada tahun 2006, selama sekitar 1 tahun.

4. Kepala UTD PMI

Susanto juga pernah bekerja di di Palang Merah Indonesia (PMI) Grobogan, sebagai Kepala UTD selama 3 tahun dari tahun 2006 sampai 2008.

Di tiga tempat di Grobogan, tersangka memakai nama dr. Susanto.

5. Pernah jadi dokter Obgyn

Masa kerja di tiga instansi itu berakhir setelah Susanto pergi ke Kalimantan Selatan untuk bekerja sebagai Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn di RS Pahlawan Medical Center, Kandangan.

Baru 5 hari bertugas, kepalsuannya terungkap setelah ketahuan grogi dan hampir salah penanganan saat operasi caesar.

Selanjutnya ia dilaporkan oleh Direktur RS tersebut, dan diproses pidana Polsek Kota Kandangan, dan dijatuhi vonis oleh PN Kandangan selama 20 bulan.

Sebelumnya ia juga pernah bertugas di RS Gunung Sawo Temanggung.

6. Jadi dokter 2 RS di Sangatta

Setelah mengelabui sejumlah instansi kesehatan di Jawa Tengah, Susanto melakukan aksinya di Kalimantan Timur pada tahun 2011.

Dokter gadungan ini berhasil masuk di RS Sangatta Occupational Health Center (SOHC) dan RS Prima Sangatt.

Aksi Susanto ini akhirnya diketahui hingga kasusnya diusut Polres Kutai Timur.

Saat itu, polisi juga mengungkap fakta bahwa Susanto juga berencana melakukan aksi serupa di Palangkaraya, karena telah ada KTP setempat atas namanya.

7. RS PHC Surabaya

Aksi Susanto menipu PT PHC sebagai dokter selama dua tahun.

Selama dua tahun, Susanto menerima gaji Rp 7,5 juta dan sejumlah tunjangan.

Sosok Dokter Anggi Yurikno yang identitasnya dicuri

Dokter Anggi Yurikno, yang identitasnya dipakai dokter gadungan di RS PHC Surabaya
Dokter Anggi Yurikno, yang identitasnya dipakai dokter gadungan di RS PHC Surabaya (KOLASE IST/INSTAGRAM)

Berdasarkan info beredar di internet, Dokter Anggi Yurikno merupakan dokter umum yang saat ini praktik di Bandung, Jawa Barat.

Pria kelahiran 22 November 1989 itu tercatat pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh.

Dokter Anggi Yurikno tercatat sebagai anggota dari Asian Pacific Society of Respirology.

Melihat akun Instagramnya @anggi_yurikno, dokter satu ini telah memiliki keluarga kecil.

Ia memiliki dua orang anak yang selalu bersama-sama dalam berbagai kesempatan dan momen bahagia bersama istrinya.

(TribunHealth.com)

 
Selanjutnya
Tags:
dokter gadunganGrobogansurabayaDirekturSusanto Fitroh Rohcahyanto Petis Taman Harmoni
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved