Breaking News:

dr. Ronald Hokum Paparkan Gejala yang Timbul jika Seseorang Mengidap Kanker Darah

Sebenarnya kanker bisa digolongkan menjadi 3 kelompok, seperti leukimia, limfoma malignum dan myeloma multiple.

tribunnews.com
ilustrasi seseorang yang mengalami kanekr darah 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker merupakan penyakit yang mengancam kesehatan.

Dari berbagai kanker yang tidak asing ditelinga, ternyata seseorang bisa mengalami kanker darah.

Kanker darah merupakan kondisi di mana sel darah menjadi ganas.

Apa saja gejala yang timbul jika seseorang mengidap kanker darah?

dr. Ronald Hokum menjelaskan bahwa leukimia mengganggu sistem pembentukan sel-sel darah yang normal.

Biasanya Hb menurun atau trombosit yang menurun.

ilustrasi seseorang yang mengalami kanekr darah
ilustrasi seseorang yang mengalami kanekr darah (tribunnews.com)

Baca juga: Ada Berapa Jenis dari Kanker Darah? Simak Penjelasan dr. Ronald Hukom

Kemudian dilihat dari sel darah putih, leukosit meningkat sangat cepat dan menjadi sangat banyak.

Jika Hb menurun, tentunya seseorang akan lemas, pucat, dan berat badan yang menurun.

Sedangkan trombosit yang sangat rendah sekali mungkin timbul lebam pada kulit atau pendarahan seperti mimisan.

Leukosit yang tinggi adalah leukosit yang tidak normal.

2 dari 4 halaman

Apabila leukosit semakin tinggi, seseorang mungkin mengalami demam dan mudah infeksi.

dr. Ronal Hokum mengatakan, jika ada pasien usia tua yang dan pucat datang dengan lebam yang dipikirkan apakah pasien tersebut terkena leukimia.

Baca juga: Cara yang Bisa Dilakukan Orangtua Agar Anak Terhindar Leukimia, Ikuti Tips Dokter

Pada Myeloma multiple juga pada orang tua, biasanya yang sering terabaikan datang dengan keluhan tulang.

Karena penyebaran myeloma sering terjadi pada tulang.

Sedangkan limfoma, biasanya gejala yang dialami lebih jelas.

Misalnya pembesaran kelenjar dengan tanda-tanda demam atau penurunan berat badan, kadang-kadang berkeringat ketika malam hari dan tidak bisa dijelaskan.

Pada pasien limfoma, yang terjadi terutama adalah pembesaran kelenjar.

dr. Ronald Hokum menyampaikan, pada leukimia bisa mengalami pembesaran kelenjar, tetapi umumnya lebih sering pembesaran kelenjar berhubungan dengan limfoma.

Baca juga: Metode Penanganan Leukimia, Apakah Efektif Menyembuhkan? Ini Kata dr. Olga Rasiyanti Siregar Sp.A K

dr. Ronald Hukom menyampaikan bahwa kanker darah lebih banyak ditemukan pada usia dibawah 20 tahun.

Misalnya leukimia akut golongan limfoblastik atau disebut dengan ALL banyak ditemukan pada usia di bawah 20 tahun.

3 dari 4 halaman

Pada usia di atas 60 tahun juga ada tipe tertentu, pada orang berusia muda mungkin tidak banyak ditemukan.

Meloma multiple banyak ditemukan pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun.

Pada orang dewasa berusia 40 tahun maupun 50 tahun dan juga pada orang tua sering ditemukan leukemia AML (Leukemia Mieloblastik Akut).

dr. Ronald Hukom menyampaikan, leukemia ada yang akut dan ada yang kronik.

Baca juga: Kemoterapi pada Anak dengan Leukimia, Apakah Bisa Diganti dengan Cara Lain? Ini Pernyataan Dokter

Leukemia kronik juga banyak didapat pada usia di atas 40 atau 50 tahun.

Jika dilihat dari faktornya, kanker darah yang dialami pada usia produktif dan kanker darah yang ditemukan pada usia lanjut terdapat faktor-faktor risiko yang kita tahu cukup berhubungan dengan kanker-kanker tertentu.

Misalnya makin bertambah usia seseorang, maka akan semakin tinggi risiko mengalami myeloma multiple atau leukemia akut jenis Mieloblastik.

Faktor risiko lain seperti radiasi maupun lapangan elektromagnetik.

Contohnya ketika tinggal didaerah-daerah tertentu dengan medan elektromagnetik yang kuat dapat meningkatkan risiko kanker.

Baca juga: Cara Deteksi Dini Leukimia pada Anak, Ikuti Panduan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked Ped, Sp.A K

Faktor risiko lain seperti infeksi virus, terdapat virus-virus tertentu yang berhubungan dengan limfoma.

4 dari 4 halaman

Tak hanya itu saja, penggunaan bahan-bahan kimia atau bisa juga orang yang sebelumnya mengalami kanker jenis lain dan dilakukan kemoterapi atau diradiasi setelah beberapa tahun kemudian bisa timbul jenis kanker yang lain, terutama leukemia.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Ronald Hukom. Seorang dokter/konsultan onkologi medik.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved