Breaking News:

Jangan Terlalu Sering Konsumsi Mie Instant Apalagi Ditambah Nasi, Bisa Menyebabkan Penumpukan Lemak

Menurut Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz mie dan nasi bukanlah perpaduan yang tepat, begini penjelasannya.

pixabay.com
Ilustrasi mie instant, Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz sarankan tak terlalu sering mengonsumsinya 

TRIBUNHEALTH.COM – Adakah sobat sehat yang tidak mengonsumsi mie instant?

Mie instant merupakan salah satu jenis makanan yang banyak ditemui dimana saja dengan beragam varian rasa.

Proses pembuatannya yang terbilang mudah membuat banyak orang merasa lebih praktis saat mengonsumsinya.

Walaupun dapat membuat merasa kenyang, terlalu banyak mengonsumsi mie instant bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Untuk membahas mengenai informasi diet, kita bisa bertanya dengan ahli gizi yang sudah berkompeten seperti R. Radyan Yaminar, S.Gz.

Baca juga: Jika Anak Mengalami Keterlambatan dalam Tumbuh Kembangnya, Orang Tua Harus Segera Mengunjungi Dokter

Ilustrasi Mie Instan, begini penuturan Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz
Ilustrasi Mie Instan, begini penuturan Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz (pixabay.com)

Baca juga: Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak Menandakan Jika Anak Mengalami Gangguan Tumbuh Kembang

R. Radyan Yaminar, S.Gz merupakan seorang ahli gizi yang lahir di Surabaya, 18 Oktober 1995.

Ia menjalankan profesinya sebagai ahli gizi di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo.

R. Radyan Yaminar, S.Gz aktif membagikan konten edukasi kesehatan gizi di sosial media seperti Instagram (@radyanyaminar).

R. Radyan Yaminar, S.Gz merupakan alumni dari Universitas Muhammadiyah Surakarta program studi Ilmu Gizi.

Dimana ia tercatat sebagai mahasiswa sejak September 2014 hingga Januari 2019.

2 dari 4 halaman

R. Radyan Yaminar, S.Gz dikenal aktif membuat berbagai karya ilmiah.

Atas kerja kerasnya, ia mendapatkan beberapa penghargaan bergensi.

Baik di tingkat universitas maupun tingkat nasional.

Baca juga: Prosedur Pemasangan Implan Gigi yang Mengutamakan Kenyamanan Pasien, Simak drg. Nur Hendra, Sp. Pros

Profil R. Radyan Yaminar, S.Gz., Ahli Gizi Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo
Profil R. Radyan Yaminar, S.Gz., Ahli Gizi Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo (Dokumen pribadi R. Radyan Yaminar, S.Gz., Ahli Gizi Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo)

Baca juga: Sebelum Ajar Calistung pada Anak, Psikolog Imbau Orang Tua Pahami Kemampuan Anak Terlebih Dahulu

Selain itu, R. Radyan Yaminar, S.Gz juga aktif mengikuti seminar baik menjadi peserta maupun pembicara.

R. Radyan Yaminar, S.Gz juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial.

R. Radyan Yaminar, S.Gz akan menjawab segala pertanyaan terkait informasi diet sebagai berikut.

Pertanyaan:

Biasanya anak-anak yang sedang tinggal di kos mengonsumsi nasi ditambah mie instant dan tidak diiringi dengan adanya sayuran atau buah-buahan.

Apakah kebiasaan ini masih dalam batas baik untuk dikonsumsi?

Siti, Tinggal di Tuban.

3 dari 4 halaman

Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz Menjawab:

Sebenarnya mie dan nasi bukanlah perpaduan yang tepat.

Mie termasuk makanan karbohidrat, jadi untuk pelengkapnya sebaiknya bukanlah nasi.

Bisa ditambahkan dengan telur, ayam atau bisa juga ditambahkan dengan sayur-sayuran.

Baca juga: Marak Behel Gigi Dijual Bebas secara Online, drg. H. Rahmat Juliadi Ungkap Bahaya yang Mengintai

Ilustrasi Mie Instant, simak penjelasan Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz
Ilustrasi Mie Instant, simak penjelasan Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz (Pixabay)

Baca juga: Tak Sama, Ini Prinsip Pengobatan Infeksi Kulit pada Bayi dan Orang Dewasa menurut dr. As Zuhruf

Kalau ditambahkan nasi porsinya menjadi double karbohidrat.

Padahal karbohidrat yang jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk trigliserida  yang nantinya dalam bentuk lemak.

Lemak ini disimpan dalam jumlah yang tidak terbatas, maka dari itu ada beberapa orang yang bisa sangat gemuk.

Hal ini karena penumpukan lemak tersebut tidak terbatas.

Apabila jumlah karbohidrat yang masuk terlalu banyak akan disimpan di dalam tubuh terus-menerus.

Jika penumpukkan ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik maka tidak akan terpakai.

Baca juga: Asma Dapat Terjadi karena Faktor Genetik dan Faktor Lingkungan, Simak Ulasan dr. Sukarti Berikut

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved