Breaking News:

Tak Sama, Ini Prinsip Pengobatan Infeksi Kulit pada Bayi dan Orang Dewasa menurut dr. As Zuhruf

dr. As Zuhruf Rudhuwan menjelaskan prinsip pengobatan infeksi kulit pada bayi dan orang dewasa.

Pixabay
Ilustrasi resep dokter 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. As Zuhruf Rudhuwan menjelaskan prinsip pengobatan infeksi kulit pada bayi dan orang dewasa.

Meski infeksi kulit bisa terjadi pada bayi, namun penanganannya tentu berbeda dengan orang dewasa.

Misalnya pada pemberian obat oles, bayi akan diberikan obat salep sulfur .

Baca juga: Kenali Hal-hal yang Harus Dilakukan dan Dihindari untuk Menjaga Kesehatan Kulit Wajah dan Tubuh

Namun jika bahan ini sulit ditemukan, maka solusi yang bisa diberikan dengan memberikan permethrin dengan jangka waktu yang tidak lama.

"Jika pada orang dewasa 8 sampai 10 jam, kalau anak bayi biasanya cukup di bawah 2 jam," ungkapnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Ilustrasi pemeriksaan bayi.
Ilustrasi pemeriksaan bayi. (Grid.ID)

Namun tentu selama pengobatan ini bayi harus didalam pengawasan orangtua.

Jika ditemukan ruam pada area kulit pasca pemberian phermetin, maka dianjurkan untuk segera dibilas.

Skabies pada Bayi

Skabies adalah penyakit pada kulit yang sering terjadi pada orang dewasa.

Namun tahukah Anda, rupanya skabies juga bisa dialami oleh anak-anak bahkan sejak usia bayi.

Baca juga: Selain Penggunaan Skincare, dr. Amelica Paparkan Treatment untuk Mengatasi Kulit Kusam dan Keriput

2 dari 4 halaman

Disebutkan oleh dr. As Zuhruf Rudhuwan, skabies yang terjadi pada bayi sering disebabkan karena tertular dari sang ibu.

"Semua orang bisa terkena, kalau ibunya ada skabies maka bisa menularkan ke anaknya," ungkap Zuhruf.

Pada anak bayi, skabies cenderung bisa terjadi pada seluruh badan tak terkecuali pada area kelamin.

Ilustrasi waspada skabies pada bayi
Ilustrasi waspada skabies pada bayi (Pixabay)

Namun perlu digarisbawahi, bahwa penyakit skabies terjadi bukan karena diturunkan yang muncul sejak bayi baru lahir.

"Ketularannya pas di luar, ada kontak fisik kulit dengan kulit," imbuhnya.

Inkubasi Skabies

Tak hanya menyerang satu area tubuh saja, biasanya skabies juga bisa menjangkit pada seluruh tubuh.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat seluruh tubuh bisa terkena skabies, cukup lama.

Baca juga: Kenali Infeksi Kulit di Sekitar Organ Intim dr. As Zuhruf Rudhuwan: Tidak Berhubungan dengan IMS

Waktu yang dibutuhkan (masa inkubasi) sekitar 2 sampai 6 minggu.

Tetapi dalam kondisi tertentu, masa penularan bisa dengan hitungan hari saja. Seperti 4 hari.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya setelah gejala timbul, maka pengobatan diberikan tergantung dengan daya tahan tubuh penderita.

"Jadi nggak bisa ditarget seminggu atau berapa lama, karena bisa berbulan-bulan," ungkap Zuhruf.

Dialami Penderita HIV

HIV
HIV (Tribunmedan.com)

Skabies atau infeksi kulit yang disebabkan oleh kutu bisa menyerang berbagai area tubuh.

Kondisi ini bisa sangat parah terjadi jika dialami oleh penderita HIV serta seseorang yang memiliki penyakit sistemik, seperti diabetes.

Biasanya tanda yang akan muncul sangat banyak pada area seluruh badan, utamanya pada sela-sela jari tangan kaki dan area kelamin.

Baca juga: Benar atau Tidak, Jarang Kramas Memicu Munculnya Kutu Rambut? Berikut Ulasan dr. Arieffah Sp.KK

Zuhruf menerangkan, tanda ini biasanya akan muncul sisik yang begitu banyak pada kulit.

Dalam bahasa medis dinamakan dengan Skabies norwegian.

Penyakit infeksi kulit ini sangat bersifat menular alias infeksius.

Gejala Infeksi Kutu

Ilustrasi alami infeksi kutu
Ilustrasi alami infeksi kutu (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
4 dari 4 halaman

Seseorang yang terkena infeksi kutu ini, akan merasakan sejumlah gejala. Antara lain:

- Timbul bintik kecil disertai nanah

- Timbul bercak merah

- Gatal terutama pada malam hari

Baca juga: Infeksi Kulit di Organ Intim Tak Hanya Dialami Wanita, dr As Zuhruf Rudhuwan: Pria juga Banyak

Zuhruf menyebut, gejala di atas jika sudah terkena pada salah satu orang, maka akan mudah menularkan pada orang lain yang tinggal bersama.

Disebutkan olehnya, bahwa penyakit ini bisa menyerang pada seluruh area badan.

Namun ada tempat-tempat tertentu yang sering ditempati oleh kutu tersebut.

Ilustrasi alami infeksi kulit di bagian tangan
Ilustrasi alami infeksi kulit di bagian tangan (sains.kompas.com)

Seperti:

- Sela jari tangan

- Sela jari kaki

- Pergelangan tangan

Baca juga: dr. Amelica Himbau untuk Mengenali Jenis Kulit dan Kebutuhan Kulit sebelum Gunakan Skincare

- dan area genital.

Area genital bila sudah terinfeksi kutu akan sulit disembuhkan.

"Pengalaman beberapa pasien yang pernah mengalami infeksi kutu, lama sembuhnya," kata Zuhruf.

Dibanding area tubuh lainnya, bagian genital menjadi tempat terberat jika sudah terkena infeksi kutu.

Penjelasan dr. As Zuhruf Rudhuwan ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved