Breaking News:

Apakah Pasanganmu Memiliki Kecenderungan untuk Melakukan Kekerasan? Pahami Tanda-tandanya

Banyak hubungan yang di dalamnya terjadi kekerasan. Perlu diketahui bahwa kekerasan tidak hanya fisik saja tetapi bisa juga kekerasan mental.

kompas.com
ilustrasi kekerasan dalam hubungan 

TRIBUNHEALTH.COM - Kekerasan dalam hubungan ataupun rumah tangga bukanlah hal yang asing didengar.

Terkadang korban dan pelaku kekerasan tidak menyadari apabila tindakan tersebut sudah memasuki ranah kekerasan.

Jika suatu hubungan atau rumah tangga sudah menandakan adanya kekerasan, berarti hubungan dan rumah tangga tersebut tidak sehat atau disebut dengan toxic.

Banyak orang yang beranggapan bahwa hubungan sebelum pernikahan dan setelah pernikahan berbeda, apalagi ketika sebelum menikah pernah melakukan kekerasan pasti beranggapan bahwa seseorang tersebut akan berubah setelah menikah.

Akan banyak pemakluman-pemakluman akan kebiasaan yang berkonotasi negatif, sehingga kita menjadi tidak tepat ketika mengenali pola interaksi dan pola penyelesaian masalah pasangan.

ilustrasi kekerasan dalam hubungan
ilustrasi kekerasan dalam hubungan (kompas.com)

Baca juga: Psikolog Sebut Kekerasan Memiliki Pengaruh Besar Terhadap Kehidupan dan Kepribadian Anak

Saat pernikahan tersebut terjadi, pastinya berapa puluh kali lipat lebih muncul ketika berinteraksi dengan kita sebagai pasangan.

Kekerasan bukan hanya dari segi fisik saja, namun juga dari kekerasan mental.

Prita Pratiwi S.Psi menyampaikan, ketika baru mengenal calon pasangan sangat mungkin masih sedikit kaget dengan bagaimana caranya dalam bersikap.

Karena biar bagaimanapun dalam suatu hubungan dari dua latar belakang yang berbeda, tetapi kadang yang sering menjadi tidak berani dalam mengungkapkan perasaan yang tidak disukai dari pasangan ialah akan berakhirnya sebuah hubungan.

Sering kali seseorang tidak berani mengungkapkan hal yang tidak disukai dalam sebuah hubungan karena memiliki pemikiran "jika nanti saya mengungkapkan hal yang tidak disukai, maka hubungan akan berakhir sedangkan usia sudah tidak lagi dalam masa permainan".

Baca juga: Kekerasan Pada Anak dapat Menimbulkan Trauma, Perlu Diimbangi dengan Kasih Sayang

2 dari 2 halaman

Sehingga akhirnya kita menjadi lebih banyak pemakluman terhadap pasangan.

Tanda-tanda pasangan memiliki kecenderungan melakukan kekerasan yang perlu diketahui, semisal ketika kondisi jalanan macet dan tidak sedang dalam keadaan terburu-buru juga perut dalam keadaan kenyang tetapi terdapat motor yang tidak mematuhi aturan, sehingga pasangan marah-marah yang berlebihan.

Ketika hubungan masih di awal dan kita tidak menyukainya, maka disarankan untuk menyampaikan rasa tidak suka kita terlebih dahulu.

Dan ketika pasangan masih melakukan hal yang sama berulang-ulang, berarti kebiasaan tersebut adalah pola pasangan dalam menyelesaikan masalah.

Prita Pratiwi S.Psi menyampaikan, yang perlu kita pahami adalah apakah pasangan emmang tidak tahu cara lainnya untuk mengatasi rasa marah.

Baca juga: Apakah yang Membuat Orangtua Melakukan Kekerasan pada Anak? Begini Alasan Psikolog

Apabila pasangan tidak tahu cara lain mengatasi rasa marah, berarti kita sebagai calon pasangan disarankan untuk mengajarkan.

Maksud dari mengajarkan misal "daripada kamu marah-marah, kita sambil jalan" atau "dibandingkan kamu marah-marah kita olahraga, jadi marahnya kamu bisa tersalurkan".

Tetapi jika pasangan sudah tahu cara mengatasi rasa marahnya dan tetap melakukan pola yang sama, berarti hal tersebut adalah polanya dalam menyelesaikan masalah.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengan Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi. Seorang psikolog.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved