Breaking News:

Cegah Tifus, dr. Lia Ratna Adi Tekankan Prinsip Pola Hidup Bersih dan Sehat

Dalam mencegah penyakit tifus terjadi, dibutuhkan berbagai upaya yang tepat.

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit tifus sudah cukup banyak dialami masyarakat.

Salah satu tanda khas dari adanya penyakit tifus, ialah muncul demam pada sore hari.

Dalam mencegah penyakit tifus terjadi, dibutuhkan berbagai upaya yang tepat.

Baca juga: Orangtua Perlu Waspada Penyakit Tipes pada Anak, Berikut Penjelasan Dokter

Salah satunya dengan memperbaiki produktifitas kinerja.

Selain itu, memperbaiki pola hidup dengan rutin mencuci tangan.

"Jadi yang perlu diterapkan adalah pola hidup bersih dan sehat," kata dr. Lia Ratna Adi dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Ilustrasi cuci tangan untuk menjaga kebersihan
Ilustrasi cuci tangan untuk menjaga kebersihan (kompas.com)

Pola hidup harus bersih, mulai dari makanan, lingkungan dan badan.

Artinya berbagai aspek di atas tidak kotor, menggunakan air bersih, dan tidak ada barang yang tertumpuk.

Selain pola hidup bersih, ada pula prinsip pola hidup sehat.

Baca juga: Diabetes Ibu dari Segala Penyakit, Menkes Imbau Lakukan Pola Hidup Sehat untuk Mengantisipasinya

Pastikan air yang diminum dan makanan yang dikonsumsi telah terjamin kebersihannya.

2 dari 4 halaman

Pastikan makanan yang dimasak benar-benar matang dan dihidangkan di tempat yang bersih.

Pengobatan Tifus

Bakteri salmonella hidup di makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi.

Biasanya makanan tersebut tak disadari masyarakat telah tercemar bakteri salmonella penyebab penyakit tifus.

Ilustrasi bakteri salmonella typhi
Ilustrasi bakteri salmonella typhi (tribunnews.com)

Bila terinfeksi penyakit tifus, maka jangan tunda melakukan pemeriksaan pada dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Ada tiga jenis pengobatan yang biasa diberikan dokter pada penderita tifus.

Antara lain:

1. Minum obat antibiotik

Pasien dianjurkan mengonsumsi obat antibiotik dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga: Benarkah Antibiotik Obat dari Segala Penyakit? dr. Alia Kusuma Rachman Menjawab

"Ada 5 hari atau 7 hari, bahkan lebih. Resep yang diberikan dokter ini harus dihabiskan," ungkap Lia.

3 dari 4 halaman

Pemberian antibiotik ini diperuntukan bagi penderita tifus yang tidak mengalami komplikasi.

2. Perubahan makanan

Penderita tifus diharuskan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna alias ramah bagi saluran cerna.

tempe - makanan tinggi protein
tempe - makanan tinggi protein (Tribun-travel)

Silahkan mengonsumsi makanan dengan tinggi protein, namun sebaiknya hindari makanan tinggi serat.

3. Perubahan gaya hidup

Terapkan pola makan secara teratur dan rajin mencuci tangan.

Jangan lupakan untuk rutin mengonsumsi air putih, hentikan kebiasaan jajan sembarangan, hindari makan-makanan pedas dan istirahat yang cukup.

Baca juga: Tak Hanya Serat, Orang Sembelit juga Perlu Perbanyak Asupan Air Putih

Tanda Tifus

Gangguan di saluran cerna tak melulu indikasi penyakit pada lambung maupun usus.

Bisa jadi tanda gangguan saluran cerna merujuk pada penyakit tifus.

Ilustrasi alami gangguan saluran cerna
Ilustrasi alami gangguan saluran cerna (freepik.com)
4 dari 4 halaman

Menurut pemaparan Lia, ada sejumlah tanda gangguan saluran cerna indikasi penyakit tifus.

Di antaranya yakni:

- Mual

- Muntah

Baca juga: Norovirus Mewabah di Inggris, Sebabkan Mual, Muntah, hingga Badan Terasa Sakit

- Sakit perut

- Perut terasa begah

- Susah buang air besar

- Diare.

Pemeriksaan Tifus

Ilustrasi anak sakit tifus.
Ilustrasi anak sakit tifus. (Kompas.com)

Seseorang yang mengalami penyakit tifus akan merasakan sejumlah gejala yang khas.

Seperti timbul demam pada sore hari yang berlangsung lama.

Namun untuk memastikan tanda ini, penderita harus melakukan serangkaian pemeriksaan.

Baca juga: Tipes pada Anak yang Tidak Segera Diobati Dapat Memicu Terjadinya Komplikasi, Berikut Ulasan Dokter

Lia menjelaskan pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk deteksi tifus.

Antara lain:

1. Anamnesa

Pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara bersama pasien.

Dokter akan menanyakan seluruh keluhan yang dialami pasien.

Ilustrasi pemeriksaan
Ilustrasi pemeriksaan (Pixabay.com)

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini dilakukan mulai dari mata hingga kaki.

"Dilihat pada mata ada Hb rendah atau tidak, bagaimana kondisi lidahnya."

"Biasanya kalau sudah parah akan timbul lidah tifoid," imbuh Lia.

Baca juga: Apakah Hemoglobin di Dalam Sel Darah Merah yang Tidak Cukup Zat Besi Menjadi Pemicu Anemia?

Keadaan ini merujuk pada kondisi lidah yang putih dengan bagian samping berwarna merah dan bergetar.

3. Pemeriksaan laboratorium

Setelah rangkaian pemeriksaan sebelumnya telah dilakukan, maka untuk memastikan gejala yang dialami pasien, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: Tipes Mempengaruhi Timbuh Kembang Anak? Berikut Penjelasan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu Sp. A

Penjelasan dr. Lia Ratna Adi dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved