Breaking News:

Selain Perdarahan Sulit Berhenti, Penyandang Hemofilia Akan Mengalami Lebam dan Bengkak Sendi

Menurut dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) penyebab utama hemofilia yaitu masalah pada genetik atau mutasi genetik.

pixabay.com
ilustrasi seseorang yang mengalami hemofilia, begini tanda-tandanya menurut dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Hemofilia adalah penyakit keturunan yang mengganggu proses pembekuan darah.

Hemofilia diturunkan ibu ke anak laki-laki di mana mengganggu proses pembekuan darah.

Penyebab hemofilia

Penyebab utama hemofilia yaitu masalah pada genetik atau mutasi genetik yang membuat tubuh tak cukup memiliki faktor pembekuan darah tertentu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Pasalnya hemofilia terjadi akibat mutasi genetik yang menyebabkan darah kekurangan faktor pembekuan VIII dan IX.

Baca juga: Kemenkes Ambil Langkah Antisipatif untuk Cegah Gagal Ginjal Akut pada Anak

Ilustrasi penderita hemofilia, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi penderita hemofilia, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (kompas.com)

Kekurangan faktor tersebut menyebabkan darah sukar membeku sehingga perdarahan sulit terhenti.

Baca juga: Gagal Ginjal Akut pada Anak Tidak Berhubungan dengan Vaksinasi hingga Infeksi Covid-19, Cek Faktanya

Tanda-tanda hemofilia

Selain perdarahan yang sulit berhenti, penyandang hemofilia akan mengalami adanya lebam dan adanya bengkak sendi.

"Jadi sendinya bengkak, kalau di raba panas, bengkak, nyeri, dan jalannya jadi susah," jelas dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

2 dari 4 halaman

"Hati-hati pada kasus-kasus tersebut, apakah kita atau pasien tersebut adalah penderita hemofilia," terang dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Berdasarkan penuturan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K), perdarahan yang terjadi pun bisa banyak manisfentasinya.

"Apakah dia perdarahan dari mimisan, perdarahan dari gusi atau BAB-nya berdarah. Jadi tergantung jenis perdarahannya, yang pasti perdarahannya sulit berhenti jika tidak dikasih obat pembekuan tersebut," ucap dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Baca juga: Stop Lakukan Gerakan Memutar saat Menyikat Gigi, Dokter Beri Penjelasan Cara Sikat Gigi yang Benar

Ilustrasi seseorang menderita hemofilia, begini ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi seseorang menderita hemofilia, begini ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (makassar.tribunnews.com)

Baca juga: Fakta Obat Sirup Bisa Picu Gagal Ginjal, Cek Kebenarannya dari dr. Muhammad Fiarry Fikaris

Tipe-tipe hemofilia

Perlu diketahui jika hemofilia terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu hemofilia tipe A, hemofilia tipe B dan hemofilia tipe C.

Pada hemofilia tipe A terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VIII.

Sementara hemofilia tipe B disebabkan karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah IX.

Gangguan hemofilia tipe C terbilang lebih jarang dibandingkan tipe-tipe sebelumnya.

Kelainan ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan faktor pembeku darah XI.

"Namun hemofilia C ini tidak banyak ya, karena beberapa literatur mengatakan hanya pada satu kaum saja," timpal dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

3 dari 4 halaman

"Jadi kita tahu jika tidak terlalu menyebar ya, dia menyebarnya bersifat turunan," jelas dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menerangkan jika tidak ada perbedaan klinisnya, semua sama.

Hal ini karena pada intinya semua tipe ini adalah hemofilia.

Tipe hemofilia yang dialami pasien bisa diketahui jika dilakukan pemeriksaan laboratorium.

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menegaskan jika hemofilia hanya diderita oleh kaum laki-laki.

Sementara kaum perempuan adalah pembawa atau carrier.

Baca juga: Obat dari Produksi Maiden Pharmaceutical ltd Tak Terdaftar BPOM, Cek Fakta dari dr. Muhammad Fiarry

ilustrasi penderita hemofilia, begini penuturan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
ilustrasi penderita hemofilia, begini penuturan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (kompasiana.com)

Baca juga: dr. Muhammad Fiarry Fikaris Jelaskan Mengenai EG dan DEG yang Terkandung pada Magrip n Cold Syrup

Jadi begitu ada satu orang penderita hemofilia, maka yang perlu ditanyakan dokter adalah riwayat perdarahan pada ibu dan keluarga ibu.

Lantas mengapa hemofilia tidak mungkin terjadi pada kaum perempuan?

Karena pada hemofilia yang terkena adalah kromosom.

Pada saat kromosom X pada wanita hilang, wanita masih memiliki satu gen kromosom X untuk proses pembekuan darah.

4 dari 4 halaman

Berbeda dengan pria, saat kromosom X pada gennya menghilang, hal ini menyebabkan faktor pembekuan darah juga ikut menghilang.

Inilah mengapa kaum pria rentan mengalami kondisi hemofilia dibandingkan wanita.

Baca juga: Waktu Pemulihan Warna Gigi, Dokter: Bisa Seketika hingga Butuh Berbulan-bulan

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 14 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved